Kompas.com - 24/10/2018, 20:00 WIB
Ilustrasi teleskop Hubble Ilustrasi teleskop Hubble


KOMPAS.com - Teleskop luar angkasa Hubble milik NASA akhirnya pulih setelah sempat mengalami gangguan dan memaksa para ahli mengubahnya ke "safe mode" selama dua minggu.

Gangguan ini muncul gara-gara ada masalah pada salah satu alat giroskop, yang berfungsi mempertahankan orientasi teleskop terhadap objek di antariksa.

Menurut penjelasan NASA, teleskop Hubble sebenarnya memiliki enam giroskop sejak mengitari Bumi pada 1990. Namun NASA hanya mengaktifkan tiga giroskop supaya lebih efisien.

Nah, giroskop yang rusak ini adalah salah satu bagian dari tiga yang aktif dan telah bekerja dalam beberapa bulan terakhir. Sementara dua lainnya telah rusak.

Baca juga: Teleskop Hubble Rekam Aurora Saturnus dari Dekat, Seperti Apa?

Karena kerusakan ini, teleskop Hubble mengalami tingkat rotasi yang tinggi. Agar Hubble bisa beroperasi dengan efisien, satu giroskop saja sebenarnya sudah cukup.

Sejak teleskop Hubble berhenti beraktivitas pada 5 Oktober, para ahli yang ada di Bumi mencoba memperbaiki gangguan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diberitakan AFP, Senin (23/10/2018), teknisi NASA harus memutarnya ke arah berlawanan agar giroskop dapat hidup kembali. Cara ini tampaknya telah membersihkan penyumbatan.

"Selanjutnya kami berencana untuk melakukan serangkaian tes untuk mengevaluasi kinerja giroskop dalam kondisi yang sama dengan yang dihadapi selama pengamatan sains, termasuk pindah ke target, mengunci target, dan melakukan penunjukan presisi," kata NASA dalam pernyataannya.

"Setelah tes rekayasa ini selesai, Hubble diharapkan dapat kembali beroperasi dengan normal".

Baca juga: Teleskop Hubble Abadikan Rupa Alam Semesta Miliaran Tahun Lalu

Teleskop Hubble yang legendaris telah membantu para ahli menemukan kumpulan planet baru, membuat peta materi gelap 3D di alam semesta, dan mengungkap sedikit rahasia dari misteri lubang hitam.

Hubble yang merupakan proyek gabungan dari NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) awalnya hanya akan beroperasi selama 15 tahun. Melebihi target, hingga saat ini Hubble telah beroperasi selama lebih dari 28 tahun.

Bahkan saat Hubble dalam "safe mode", NASA mengatakan instrumennya masih berfungsi penuh. Diharapkan Hubble masih dapat memberi banyak informasi penting dalam beberapa tahun mendatang.

Sebelum Hubble pensiun, NASA telah mempersiapkan Teleskop James Webb Space yang dijadwalkan meluncur pada 2021.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.