Kompas.com - 18/10/2018, 18:04 WIB
Ilustrasi hujan kulkannIlustrasi hujan

KOMPAS.com - I´m singing in the rain. Just singing in the rain. What a glorious feeling. And I´m happy again. I´m laughing at clouds. So dark, up above. The sun´s in my heart. And I´m ready for love.

Lagu lintas generasi yang dinyanyikan oleh Frank Sinatra hingga Jamie Cullum itu kiranya pas untuk didendangkan oleh warga Jakarta Kamis (18/10/2018).

Setelah berminggu-minggu kering dan panas, akhirnya hujan menyapa Jakarta, atau yang lebih luas Jabodetabek. Netizen area Jabodetabek ramai mengunggah foto hujan disertai twit harapan kegerahan akan mereda.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak minggu lalu telah memprediksi bahwa hujan akan turun di wilayah Jabodetabek mulai sepuluh hari kedua Oktober 2018.

Prakiraan cuaca harian yang dikeluarkan oleh BMKG pada Kamis pukul 14.50 WIB juga menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan menyapa wilayah Jabodetabek mulai pukul 15.40 WIB.

Baca juga: Musim Hujan Segera Tiba, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Bandang

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

BMKG menyatakan, meski cuaca Indonesia masih akan didominasi oleh angin timur dari Australia yang panas dan kering, angin monsun Asia mulai menguat pengaruhnya.

Wujud penguatan pengaruh angin monsun Asia itu adalah pembentukan awan hujan yang mulai aktif di wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek.

Hujan di Jabodetabek kali ini sedikit banyak juga dipengaruhi oleh pusaran angin yang ada di barat Sumatera. Pusaran angin membuat pembentukan awan hujan lebih aktif.

Prakiraan angin wilayah Indonesia pada Kamis (18/10/2018). BMKG Prakiraan angin wilayah Indonesia pada Kamis (18/10/2018).

Sepuluh hari kedua Oktober ini, warga Jabodetabek masih bisa berbahagia menyambut hujan sebab intensitas hujan diperkirakan masih ringan, kurang dari 50 mm.

Dengan intensitas itu, maka warga Jakarta tak perlu khawatir cucian tak kering, tak bisa bepergian, menunggu hujan reda di kantor terlalu lama, hingga berbasah ria di jalan raya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Oh Begitu
Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Fenomena
Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Oh Begitu
Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Oh Begitu
Varian Virus Corona Delta Menggandakan Risiko Rawat Inap, Ini Risetnya

Varian Virus Corona Delta Menggandakan Risiko Rawat Inap, Ini Risetnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X