Kompas.com - 14/10/2018, 18:31 WIB
Ilustrasi kebutaan ShutterstockIlustrasi kebutaan

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menargetkan 66.000 hingga 81.000 tindakan operasi katarak dapat dilakukan, untuk menurunkan angka penderita katarak di Jawa Timur hingga target tahun 2020.

Tindakan operasi katarak secara intensif diharapkan dapat menurunkan angka kebutaan sebesar 25 persen, atau menjadi 3,3 persen pada tahun 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso mengatakan, meski tertinggi dalam hal kasus gangguan penglihatan, Jawa Timur juga yang terbaik dalam upaya menangani kasus kebutaan.

"Kita tertinggi di antara provinsi yang lain, tapi dari capaian yang sudah kita kerjakan juga yang paling tinggi, jadi dibanding kegiatan kita, survelancenya bagus, jalan, kemudian penanganan juga sudah bagus," ujar Kohar.

Baca juga: Tidak Semenakutkan Dulu, Operasi Katarak Sekarang Tidak Perlu Dijahit

Faktor risiko katarak

Wakil Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Hendrian mengatakan, tingginya gangguan mata, termasuk katarak di Jawa Timur, disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya paparan sinar matahari langsung yang dapat mengganggu penglihatan. Pencegahan dapat dilakukan, di antaranya dengan melindungi mata dari paparan langsung sinar ultraviolet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Geografis di Jawa Timur itu daerah pantai, sehingga banyak masyarakat yang terpapar ultraviolet sehingga insidennya banyak. Memakai pelindung mata, salah satunya pakai topi, pakai payung, pakai kaca mata anti UV pada saat terpapar sinar matahari, tapi dengan adanya program-program dari dinas kesehatan, maupun mengadakan kerja sama, bakti sosial, maupun rutin operasi di klinik maupun di rumah sakit, maka angka itu akan turun di periode kedepannya," pungkasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X