Indonesia Targetkan Penurunan Angka Kebutaan pada 2020

Kompas.com - 14/10/2018, 18:31 WIB
Ilustrasi kebutaan ShutterstockIlustrasi kebutaan


KOMPAS.com - Hingga tahun 2017, prevalansi kasus kebutaan di Jawa Timur adalah yang tertinggi di Indonesia, yaitu 4,4 persen. Sekitar 2,9 persen kasus kebutaan diakibatkan oleh katarak.

Secara angka, gangguan penglihatan di Jawa Timur hingga kini mencapai sekitar 176.000 orang, dengan angka katarak sebanyak sekitar 41.000 orang.

Angka yang masih cukup tinggi ini membuat Menteri Kesehatan Nila Moeloek mendorong para dokter mata yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) untuk lebih sering melakukan bakti sosial operasi katarak.

Upaya lain yang dilakukan Kementerian Kesehatan adalah meluncurkan aplikasi Sigalih, atau Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Mata, yang dapat melakukan deteksi dini kelainan mata secara tepat, yang selanjutnya dapat diambil tindakan berupa operasi katarak.

Baca juga: Kebutaan Kornea adalah Masalah Sosial, Peran Anda Dibutuhkan

“Jadi kita sebenarnya mesti kerja keras sekali, ini sudah tinggal dua tahun lagi. Oleh karena itu, kita bikin sistem Sigalih itu betul-betul, bahwa yang mana yang harus dioperasi insyaallah itu kemudian akan bisa dilakukan," ungkap Nila.

"Kami juga, saya menghargai upaya dokter mata ini, mereka punya kelebihan, mereka bisa melakukan bakti sosial operasi katarak, jadi tidak hanya mengikuti BPJS, tetapi bisa mandiri, tapi juga ada yang disebut bakti sosial".

Nila menambahkan, operasi katarak saat ini merupakan cara untuk mengatasi mata katarak, namun masih perlu terus dilakukan kampanye pencegahan dan sosialisasi pentingnya kesehatan mata.

Ia menargetkan penurunan angka gangguan mata, khususnya katarak, agar masyarakat Indonesia lebih sejahtera karena dapat bekerja dengan baik tanpa ada gangguan penglihatan.

"500.000 minimal kita harus lakukan operasi katarak, per tahun. Kekuatan kita, kita perhitungkan baik dengan adanya kekuatan dokter mata, kekuatan finacial dan sebagainya, kita ambil, cut dulu di 200 (ribu). 500 ribu saja dilakukan operasi itu sudah lebih baik, karena kalau enggak, sisanya jadi backlog, nanti tahun depan jadi satu setengah juta, terus menerus seperti itu,” tambahnya.

Operasi Katarak Turunkan Angka Kebutaan 25 Persen

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X