Kompas.com - 13/10/2018, 20:08 WIB

KOMPAS.com – Semangat para peneliti dari Observatorium Carnegie dan Laboratoire d'Astrophysique de Bordeaux terbakar ketika seorang anak kecil berusia empat tahun bertanya "Mungkinkah bulan memiliki bulan?"

Diterbitkan pada sumber penelitian pra-cetak arXiv pada hari Selasa (09/10/2018), penelitian menunjukkan bahwa bulan mungkin dapat memiliki satelit yang disebut submoon atau moonmoons, dan mereka mungkin berotasi di sekitar bulan milik bumi sendiri.

“Pada tahun 2014, putra saya yang berusia empat tahun bertanya, ‘Apakah bulan bisa memiliki bulan?’," kata Juna Kollmeier, astrofisikawan dari Observatorium Carnegie kepada Newsweek, Rabu (10/10/2018).

Dia melanjutkan, saya agak terkejut oleh pertanyaan itu karena tentu saja, kita tahu bahwa kita dapat menempatkan satelit di orbit sekitar bulan, tetapi kita juga tahu bahwa tidak ada submoon yang diketahui di sekitar setiap bulan di tata surya kita,” 

Baca juga: Kali Pertama, Para Astronom Temukan Bulan di Luar Tata Surya Kita

Sampai saat ini, satelit yang mengorbit di bulan memang belum ditemukan. Jadi, tidak ada nama resmi untuk itu.

Dalam makalah Kollmeier, dia dan rekan penulisnya Sean Raymond menyebut bulannya bula ini sebagai "submoon". Namun, orang lain telah menyarankan nama alternatif "moonmoon".

“Tanggapan awal saya adalah ‘Tidak mungkin’, submoon mungkin tidak dapat bertahan lama karena tidak ada banyak fase ruang yang stabil. Tidak mudah untuk meletakkan sesuatu di orbit dalam sistem hierarkis seperti ini dan bertahan untuk jangka waktu yang lama,” jelas Kollmeier.

Dengan kata lain, sulit untuk menemukan tempat yang sempurna di mana satelit cukup jauh dari bulan dan cukup besar sehingga memiliki objek tersendiri yang mengorbitnya, tetapi cukup dekat sehingga masih mengorbit planet itu.

Baca juga: Inilah Turis Pertama yang Akan Berwisata ke Bulan

Kollmeier berpikir, bukannya tidak mungkin kalau bulan memiliki satelitnya sendiri. Hal tersebut mungkin saja terjadi pada zaman dahulu. Hanya saja, satelit itu mungkin sudah hancur lebih dulu sebelum kita terpikirkan hal seperti ini.

“Ada semacam zona bahaya untuk satelit, planet, dan bulan. Mereka berinteraksi secara dinamis dan itu mungkin menyebabkan ketidakstabilan yang menyebabkan submoon baik menabrak bulan atau tersesat dari gravitasi bulan,” kata Kollmeier.

“Saya pikir akan sangat menarik untuk melakukan perhitungan yang lebih mendetail tentang evolusi dinamis dari submoon, dimulai dengan sistem primordial dan melihat bagaimana submoon berevolusi akan menjadi langkah logis selanjutnya,” kata Kollneier.

Dengan adanya kemungkinan bahwa bulan juga memiliki bulan, penelitian ini bisa berkembang pada tahapan yang lebih lanjut. Pasalnya, dalam tata surya kita, terdapat tiga planet yang memiliki bulan: Bumi dengan Bulan, Jupiter dengan Callisto, dan Saturnus dengan dua bulannya, Titus dan Lapetus. Mungkinkah mereka juga mempunyai bulan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cacar Monyet Ditemukan di Belasan Negara, WHO Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Cacar Monyet Ditemukan di Belasan Negara, WHO Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Kita
5 Makanan dan Minuman yang Buruk untuk Gigi

5 Makanan dan Minuman yang Buruk untuk Gigi

Oh Begitu
Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

Kita
Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Oh Begitu
Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Oh Begitu
WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

Kita
Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Oh Begitu
Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Fenomena
5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.