Kompas.com - 11/10/2018, 18:02 WIB

Buaya senyulong hanya tinggal di rawa gambut hitam yang airnya asam. Rawa seperti ini umumnya ditemukan di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

"Kalau di Jawa tidak ada. Di Jawa hanya ada buaya muara," imbuh Amir.

Sayangnya, jumlah mereka terus berkurang karena terus diburu atau kehilangan habitat yang disebabkan oleh penebangan, kebakaran, dan lainnya. Bahkan spesies ini terdaftar sebagai hewan rentan punah dalam daftar merah IUCN.

Tak heran, petugas BKSDA DKI yang melakukan pencarian buaya di Kali Anak Ciliwung mengatakan bahwa buaya senyulong merupakan hewan endemik yang langka.

"Ia (buaya senyulong) termasuk hewan yang dilindungi," pungkas Amir.

Baca juga: Buaya Berukuran Kecil Terlihat di Kali Anak Ciliwung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.