Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii)
Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii) punya nama lain buaya sepit. Dibanding buaya muara, ukuran tubuhnya memang lebih kecil dan pendek.
Kalau buaya muara panjangnya bisa mencapai enam meter atau lebih, buaya senyulong dewasa panjang maksimalnya hanya 3,5 sampai 4 meter.
Hal yang paling identik dari buaya senyulong adalah moncongnya yang runcing dan sempit.
"Moncongnya (buaya senyulong) meruncing, sangat beda dengan buaya muara," ujar Amir.
Buaya senyulong hanya tinggal di rawa gambut hitam yang airnya asam. Rawa seperti ini umumnya ditemukan di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
"Kalau di Jawa tidak ada. Di Jawa hanya ada buaya muara," imbuh Amir.
Sayangnya, jumlah mereka terus berkurang karena terus diburu atau kehilangan habitat yang disebabkan oleh penebangan, kebakaran, dan lainnya. Bahkan spesies ini terdaftar sebagai hewan rentan punah dalam daftar merah IUCN.
Tak heran, petugas BKSDA DKI yang melakukan pencarian buaya di Kali Anak Ciliwung mengatakan bahwa buaya senyulong merupakan hewan endemik yang langka.
"Ia (buaya senyulong) termasuk hewan yang dilindungi," pungkas Amir.
Baca juga: Buaya Berukuran Kecil Terlihat di Kali Anak Ciliwung
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!