Kompas.com - 08/10/2018, 19:02 WIB
Ada 20 bintang hipercepat yang melaju dengan kecepatan ekstrem menyerang Bima Sakti. Tujuh di antaranya (ditandai dengan warna merah) bergerak dengan sangat cepat sehingga bisa keluar dari gravitasi Bima Sakti. Sisanya, 13 bintang (ditandai warna kuning) justru menuju Bima Sakti. Ahli menduga mereka berasal dari galaksi tetangga, Awal Magellan Besar. Ada 20 bintang hipercepat yang melaju dengan kecepatan ekstrem menyerang Bima Sakti. Tujuh di antaranya (ditandai dengan warna merah) bergerak dengan sangat cepat sehingga bisa keluar dari gravitasi Bima Sakti. Sisanya, 13 bintang (ditandai warna kuning) justru menuju Bima Sakti. Ahli menduga mereka berasal dari galaksi tetangga, Awal Magellan Besar.


KOMPAS.com - Sebuah penelitian mengungkap adanya 13 bintang yang sedang menginvasi Bimasakti dengan kecepatan tinggi. Ilmuwan menyebutnya hypervelocity star.

Menurut studi yang diterbitkan di Royal Astronomical Society tersebut, bintang-bintang itu bergerak dengan kecepatan 700 km/detik.

Tommaso Marchetti dari Universitas Leiden dan timnya menemukan peristiwa invasi bintang "alien" itu ketika menganalisis data satelit Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA).

Dalam analisis itu, ada 20 bintang yang menarik. Tujuh bintang bergerak cepat menjauhi Bimasakti. Ini fenomena biasa. Memang ada bintang-bintang yang cenderung lari ke luar.

Yang unik adalah 13 bintang lainnya. "Bukannya terbang menjauhi pusat Galaksi, sebagian besar bintang hipercepat ini justru melaju ke arahnya," katanya.

"Ini artinya mereka merupakan bintang dari galaksi lain dan bergerak dengan cepat ke arah Bima Sakti," imbuhnya seperti dikutip Livescience, Minggu (7/10/2018).

Baca juga: Astronom Temukan Bintang Neutron Aneh yang Sangat Terang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantas, dari mana datangnya bintang-bintang itu? Menurut dugaan, bintang asing itu berasal dari galaksi tetangga, yakni Awan Magellan Besar.

Invasi bintang itu tak ada kaitannya dengan kiamat atau apapun yang buruk tetapi memberi tahu soal fenomena-fenomena yang mungkin terjadi di alam semesta.

Menurut Marchetti, invasi itu mungkin berhubungan dengan sistem bintang kembar yang ada di Awan Magellan Besar.

Bila salah satu bintang hilang ditelan lubang hitam, obyek semesta yang mampu menelan apapun tak terkecuali cahaya, maka bintang-bintang di sekitarnya bisa terganggu orbitnya.

Gangguan orbit akibat lubang hitam bisa membuat sekumpulan bintang terlempar jauh dan menjadi assylum seeker di galaksi kita.

"Mempelajari mereka dapat memberi tahu kita lebih banyak tentang proses ini di galaksi terdekat," kata Elena Rossi, rekan studi Marchetti.

Baca juga: Astronom Temukan Bintang Kecil yang Bisa Menjelaskan Terbentuknya Bumi


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.