Kompas.com - 03/10/2018, 20:35 WIB
Planet kerdil Goblin tampak seakan-akan dipengaruhi oleh pengaruh gravitasi obyek yang lebih besar. Roberto Molar Candanosa and Scott Sheppard/Courtesy of Carnegie Institution for SciencePlanet kerdil Goblin tampak seakan-akan dipengaruhi oleh pengaruh gravitasi obyek yang lebih besar.

KOMPAS.com – Para astronom baru saja menemukan sebuah planet kerdil bernama Goblin atau 2015 TG387 yang sangat-sangat jauh. Temuan ini juga mengisyaratkan adanya Planet Kesembilan yang tersembunyi.

Dunia es yang baru ditemukan ini diperkirakan berdiameter 300 kilometer dan berada pada orbit yang sangat panjang. Pada titik terdekatnya dari matahari, ia berjarak 2,5 kali jarak Pluto kepada matahari. Sementara itu, titik terjauhnya 60 kali lebih jauh dari jarak Pluto ke matahari.

Orbit ini membuat Goblin harus menghabiskan waktu 40.000 tahun untuk mengelilingi matahari sekali. Lalu 99 persen dalam perjalanannya, Goblin akan sulit untuk dilihat dari bumi.

Orbit Goblin dan kedua planet minor lainnya yang terlihat dipengaruhi oleh planet raksasa.Roberto Molar Candanosa and Scott Sheppard/Carnegie Institution for Science Orbit Goblin dan kedua planet minor lainnya yang terlihat dipengaruhi oleh planet raksasa.

Baca juga: Orbit Aneh Kuatkan Dugaan Ada Planet Kesembilan

Dilansir dari The Guardian, Selasa (2/10/2018); Goblin merupakan planet minor ketiga yang ditemukan di tata surya luar. Sebelumnya, para astronom telah menemukan Sedna dan 2012 VP113.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Temuan-temuan ini menggugah keinginan para astronom untuk mencari lebih banyak lagi obyek di tata surya luar.

“Kita baru mulai mengungkap seperti apa penampakan tata surya yang luar dan apa yang ada di sana. Kita percaya bahwa ada ribuan planet kerdil di tata surya yang jauh dan kita baru melihat ujung dari gunung esnya,” kata Scott Sheppard dari Carnegie Institution for Science di Washington DC yang menulis studi ini.

Menariknya, orbit ketiga planet minor ditemukan mengumpul seakan-akan dipengaruhi oleh pengaruh gravitasi obyek yang lebih besar. Para astronom menduga bahwa obyek misterius ini adalah Planet Kesembilan yang berukuran raksasa.

Baca juga: Mungkinkah Dunia Es Ini Tanda Adanya Planet Kesembilan di Tata Surya?

Walaupun belum pernah terlihat secara langsung, Planet Kesembilan ini telah lama diduga berada pada orbit yang jauh dari Pluto, di sebuah area misterius yang disebut Awan Oort, awan komet teoritis berbentuk bulat yang dipercayai berada sekitar 1xE15 m/50.000 hingga 1xE16 m/100.000 AU dari matahari.

Konstantin Batygin, seorang assistant professor untuk bidang ilmu planet di Caltech yang mempelajari simulasi teoritis dari adanya Planet Kesembilan, menyebut temuan ini sebagai sesuatu yang luar biasa.

Dia mengatakan, walaupun sudah berabad-abad melakukan survei, pengertian kita akan tata surya masih belum lengkap. Ini tentu menambahkan jumlah obyek yang menunjukkan pengaruh Planet Kesembilan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Kita
Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Oh Begitu
Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Oh Begitu
Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Oh Begitu
Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Oh Begitu
Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Oh Begitu
6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

Oh Begitu
Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Oh Begitu
Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Oh Begitu
Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Oh Begitu
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X