Kompas.com - 26/09/2018, 17:00 WIB
Citra satelit warna alami ini menunjukkan bagaimana banjir telah memengaruhi kualitas air di Sungai White Oak, New River, dan Adams Creek. Semuanya mengalir ke Samudra Atlantik. Citra satelit warna alami ini menunjukkan bagaimana banjir telah memengaruhi kualitas air di Sungai White Oak, New River, dan Adams Creek. Semuanya mengalir ke Samudra Atlantik.

KOMPAS.com - Observatorium Bumi milik NASA telah merilis dua set gambar yang menyoroti dampak lingkungan akibat badai Florence yang menyapu Carolina Utara, Amerika Serikat.

Menurut National Weather Service, sekitar delapan triliun galon air hujan telah mengguyur Carolina antara tanggal 13 sampai 17 September dan mengakibatkan banjir bandang di banyak negara bagian.

Dalam periode waktu tersebut, satelit Landsat 8 yang dioperasikan NASA dan Survei Geologi AS (USGS) menangkap beberapa daerah pemukiman dan sungai-sungai besar.

Baca juga: Beginilah Rupa Badai Florence bila Dilihat dari Luar Angkasa

Dilansir Newsweek, Selasa (25/9/2018), satelit Landsat 8 mengambil gambar berdasarkan data dari cahaya yang tampak dan spektrum inframerah.

Cara ini untuk mengungkapkan jumlah bahan organik terlarut berwarna di saluran air (CDOM). Bahan organik seperti dedaunan, akar, atau kulit kayu mengandung pigmen yang dapat mengubah warna air menjadi biru, hijau, kuning, atau cokelat, tergantung tingkat CDOM.

Citra satelit warna palsu menunjukkan bagaimana banjir telah memengaruhi kualitas air di Sungai White Oak, New River, dan Adams Creek, yang semuanya mengalir ke Samudra Atlantik. Citra satelit warna palsu menunjukkan bagaimana banjir telah memengaruhi kualitas air di Sungai White Oak, New River, dan Adams Creek, yang semuanya mengalir ke Samudra Atlantik.

Gambar di atas menunjukkan bagaimana banjir memengaruhi kualitas air di Sungai White Oak, New River, dan Adams Creek yang semuanya mengalir ke Samudra Atlantik.

Perubahan warna pada air di sungai, muara, dan teluk menunjukkan adanya percampuran antara tanah, sedimen, daun yang membusuk, polusi, dan puing-puing benda lainnya.

Untuk mengilustrasikan seberapa jauh air meluap karena badai Florence, ahli membandingkan dua gambar yang diambil pada waktu berbeda, 14 Juli 2017 dan 17 September 2018 seperti gambar berikut.

Gambar ini menunjukkan rupa Sungai Trent pada 14 Juli 2017 dengan warna palsu. Gambar ini menunjukkan rupa Sungai Trent pada 14 Juli 2017 dengan warna palsu.

Gambar ini menunjukkan rupa Sungai Trent pada 19 September 2018 dengan warna salah. Gambar ini menunjukkan rupa Sungai Trent pada 19 September 2018 dengan warna salah.

Kedua gambar itu merupakan potret dari wilayah yang sama. Pada tanggal 17 September, sungai mencapai rekor ketinggian 8,8 meter atau dua kali lipat lebih tinggi sehingga meluap dan menyebabkan kerusakan.

Pada 20 September ketinggian air surut hingga 7 meter, namun masih banyak bangunan dan jalan di kota Trenton yang ada di pinggir sungai masih tertutup genangan.

Total ada 16 sungai di Carolina Utara meluap pada 18 September. Sebagian besar telah surut meski belum kembali normal.

Baca juga: Hurricane dan Typhoon, Mengapa Nama Badai dan Siklon Tropis Berbeda?

Badai Florence adalah badai besar yang muncul di Carolina Utara belum lama ini, dan menjadi badai tropis paling basah di Carolina Utara.

Fenomena ini menewaskan 45 orang dan kerusakan yang ditimbulkan diperkirakan lebih dari 38 miliar dollar AS.



Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X