Bikin 30 Penumpang Terluka, Mengapa Tekanan Kabin Pesawat Penting?

Kompas.com - 21/09/2018, 19:33 WIB
Grafik Grafik

Udara panas dikirim ke unit pendingin, lalu dikirim ke kabin. Katup luapan atau outflow valve di bagian belakang pesawat akan memastikan udara masuk ke kabin lebih cepat untuk menciptakan lingkungan bertekanan.


Dalam prosedur lepas landas, "bleed air" terkadang dimatikan terutama saat pesawat membawa muatan yang melebihi batas.

Hal ini untuk memastikan agar mesin tidak mengeluarkan udara supaya dapat menciptakan daya dorong untuk lepas landas. Dalam situasi seperti ini, "bleed air" dinyalakan setelah lepas landas.

Pilot pun harus memastikan bahwa setelah lepas landas, "bleed air" menyala untuk menjaga tekanan kabin.

Mengapa udara perlu ditekan?

Tubuh manusia sulit beradaptasi di lingkungan dengan ketinggian lebih dari 3.000 meter.

Misalnya saat pesawat ada di ketinggian 5.500 meter, penumpang akan mengalami tekanan sebesar 3,3 kilogram per inci persegi dan bisa jatuh pingsan dalam waktu 30 menit.

Jika ketinggian kabin tidak dipertahankan di bawah 3.000 meter, hal tersebut akan menimbulkan berbagai efek. Munculnya gas di teliga tengah, sinus, saluran pencernaan meluas yang berakibat pada pendarah di telinga dan hidung.

Saat ketinggian naik, suhu dan kadar oksigen akan menurun. Perubahan ini akan membuat radang dingin, hipotermia, dan kekurangan oksigen dalam darah yang menyebabkan hipoksia.

Pengecekan dari awak pesawat

Di antara berbagai pedoman yang diterapkan petugas dan maskapai penerbangan, salah satunya melibatkan dafatr tugas kru.

Untuk Boeing 737, dalam keadaan normal ada 12 tahapan yang harus dilakukan pilot, mulai dari pra penerbangan, sebelum mesin dinyalakan, setelah mesin dinyalakan, sebelum lepas landas, setelah tinggal landas, turun, mendekati bandara, mendarat, setelah mendarat, mesin dimatikan, hingga pesawat aman.

Tak jarang maskapai penerbangan menambahkan lebih banyak tugas ke daftar pedoman dasar itu.

Baca juga: Apa yang Terjadi bila Pesawat Dipenuhi Orang Sakit? Ahli Jelaskan

Menurut laporan The Indian Express, Jumat (21/9/2018), saat pesawat Jet Airways ada di ketinggian lebih dari 3.300 meter, "bleed air" belum dinyalakan setelah tinggal landas karena kelupaan kelalaian pilot.

Dalam kasus seperti ini, kemungkinan penyebabnya adalah kegagalan kru untuk bertindak sesuai instruksi.

Menteri Penerbangan Sipil Suresh Prabhu telah memerintahkan untuk audit keselamatan menyeluruh terkait kasus ini.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X