Kompas.com - 21/09/2018, 17:00 WIB
. Screen capture/RNZ/YouTube.

Hasilnya, gurita yang di bawah pengaruh MDMA menjadi lebih sosial dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan gurita lain. Tak hanya itu, mereka juga terlihat lebih sering menyentuh dengan cara eksploratif dan tidak agresif.

"Ketika mereka berperilaku dengan cara yang sama seperti manusia dan tikut berperilaku, kami sangat terkejut," ungkap Gul Dolen, salah satu peneliti dikutip dari Newsweek, Kamis (20/09/2018).

"Kami melihat beberapa dari mereka juga terlibat dalam apa yang saya gambarkan sebagai perilaku bermain (akrobatik air)," imbuh Dolen.

Tim ini menyebut temuan tersebut menunjukkan adanya kesamaan dalam gen yang mengangkut serotonin antara gurita dan manusia, meski keduanya memiliki perbedaan anatomi yang besar.

"Gurita terpisah dari manusia dengan sekitar 500 juta tahun evolusi, dan pada saat yang sama, mereka menunjukkan perilaku yang sangat kompleks untuk invertebrata," kata Dolen.

"Kami telah mengetahui untuk waktu yang lama bahwa serotonin adalah molekul evolusi purba (bahkan tanaman memilikinya). Penelitian ini menunjukkan pada kita bahwa salah satu jalan pemrosesan serotonin adalah di sinapsis otak yang juga cukup tua, seperti fungsinya sebagai pengatur perilaku sosial," imbuhnya.

Dolen mengatakan, penelitian ini menunjukkan bahwa pada spesies sosial seperti gurita, mekanisme otak terkait perilaku sosial mungkin telah ditekan.

Sayangnya, beberapa ahli tidak sepenuhnya yakin dengan kesimpulan tersebut. Salah satunya adalah Christine Huffard, dari Institut Riset Akuarium Monterey Bay.

Baca juga: Para Induk Gurita Berkumpul di Lepas Pantai Kosta Rika, Ada Apa?

"Ini adalah pendekatan yang sangat menarik untuk memahami evolusi interaksi hewan. Studi ini mendukung temuan sebelumnya bahwa interaksi antar-gurita dipengaruhi kondisi individu, termasuk paparan bahan kimia," kata Huffard.

"Namun, mengingat apa yang kita ketahui tentang interaksi gurita, penulis mungkin mengukur minat dalam agresi dan bukan apa yang kebanyakan orang anggap sebagai panggilan sosial yang ramah," tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.