Kompas.com - 21/09/2018, 17:00 WIB
. Screen capture/RNZ/YouTube.

KOMPAS.com - Pernahkah Anda membayangkan, apa jadinya jika gurita diberi ekstasi? Dengan rasa penasaran yang sama, para ilmuwan dari Johns Hopkins University, AS melakukan percobaan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Namun, percobaan ini bukan hanya sekedar perbuatan iseng saja. Dengan cara ini, para peneliti ingin menyelidiki asal mula evolusi sinyal serotonin di otak.

Seperti yang diketahui, pada manusia, ekstasi menghasilkan serotonin, dipamin, dan oksitosi. Semua hormon tersebut menciptakan perasaan euforia dan membuat manusia menjadi lebih sosial.

Bagi para peneliti, mempelajari efek ini pada otak gurita bisa memberi pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana dan kapan perilaku sosial pertama kali muncul.

Sebagai informasi, nenek moyang umum manusia dan gurita terpecah pada pohon evolusi sekitar 500 juta tahun lalu.

Artinya, jika gurita merespons ekstasi dengan cara yang sama dengan manusia, itu menunjukkan jalur neurologis untuk perilaku sosial muncul sejak ratusan tahun lalu.

Untuk itu, gurita yang diamati adalah Octopus bimaculoides. Dalam laporan di jurnal Current Biology, pemilihan gurita ini karena sifatnya yang soliter dan antisosial.

Selain itu, jenis gurita ini memiliki genom yang berurutan sepenuhnya. Itu membuat mereka bisa membandingkannya dengan genom manusia.

Percobaan ini dimulai dengan merendam gurita ke sebuah bak yang mengadung methylendioxymethamphetamine (MDMA) selama 10 menit. Selanjutnya, 20 menit setelah keluar dari bak, gurita tersebut dimasukkan ke dalam sebuah tangki dengan tiga ruang.

Ruang pertama kosong, ruang kedua berisi benda mati, dan yang ketiga tedapat gurita lain.

Baca juga: Tim Ilmuwan Internasional Sebut Gurita Mungkin adalah Alien

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.