Kebun Binatang di Australia Suguhi Panda Video Porno, Untuk Apa?

Kompas.com - 20/09/2018, 20:00 WIB
Ilustrasi panda. Dalam foto ini seekor panda sedang mendinginkan tubuh dengan balok es pada musim panas di kebun binatang di Shenyang, provinsi Liaoning, China, pada 17 Juli 2018. (AFP) Ilustrasi panda. Dalam foto ini seekor panda sedang mendinginkan tubuh dengan balok es pada musim panas di kebun binatang di Shenyang, provinsi Liaoning, China, pada 17 Juli 2018. (AFP)

KOMPAS.com - Pengelola Kebun Binatang Adelaide bertarung dengan waktu untuk membuat kedua panda raksasa mereka, Wang Wang dan Fu Ni, kawin.

Ketika upaya mencomblangkan keduanya untuk kawin secara alami gagal, mereka menjajaki penggunaan video porno untuk membangkitkan libido kawin satwa itu.

Setelah segala sesuatunya dilakukan untuk membuat perkawinan alami terjadi, baik Wang Wang dan Fu Ni ternyata tidak kunjung menunjukan hasrat untuk kawin.

Dokter hewan senior dan kepala mak comblang, Ian Smith menjelaskan jendela singkat kesuburan pada panda yang hanya berlangsung selama 36 jam dalam setahun berakhir tanpa Wang Wang dan Fu Ni berhasil kawin.

"Tahun ini adalah peluang yang paling nyaris bagi kami untuk memiliki kedua panda itu bisa kawin secara alami," kata Ian Smith.

"Wang Wang terlihat sudah sedikit lebih dominan [dan] dia sudah mengambil posisi, tapi saya pikir Fu Ni mungkin menghendaki lebih banyak rayuan dan sedikit lebih banyak waktu," imbuhnya.

Sayangnya, membuat kedua panda di kebun binatang Adelaide, Australia itu tidak semudah menyodorkan bunga atau coklat.

Video Porno

Kebun binatang Adelaide sendiri sebenarnya sedang berusaha memahami mengapa kedua panda peliharaan mereka bersikeras menjaga hubungan mereka tetap bersifat platonis.

Ian Smith mengatakan Adelaide adalah satu-satunya kebun binatang di dunia di luar China yang telah menerima sepasang panda yang belum dewasa dan belum matang secara seksual.

"Mereka tiba sebagai panda yang sangat tidak berpengalaman. Mereka mungkin tidak pernah melihat hal semacam itu terjadi sehingga sedikit seperti kisah 'The Blue Lagoon'," kata Smith, mengacu pada film di era 1980-an.

Baca juga: 12 Ekor Panda di China Kehilangan Lingkaran Hitam Matanya

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X