Cara Kita Pakai Internet Mungkin Ancam Satwa Liar, Kok Bisa?

Kompas.com - 17/09/2018, 14:01 WIB
Kukang Jawa sitaan Polda Jawa Barat dari sindikat perdagangan satwa dilindungi. (KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA). Kontributor Bandung, Putra Prima PerdanaKukang Jawa sitaan Polda Jawa Barat dari sindikat perdagangan satwa dilindungi. (KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA).

Dorongan untuk mengetik "Saya ingin satu" di bawah video atau foto yang dibagikan saat ini hanya beberapa klik saja dari keterlibatan langsung dalam perdagangan satwa liar.

Tapi gelombang itu diharapkan mulai berubah. Pada 2018, 20 perusahaan teknologi terbesar di dunia bergabung dengan organisasi konservasi WWF untuk menindak perdagangan ilegal satwa liar.

Koalisi Global untuk Mengakhiri Perdagangan Satwa Liar Online (The Global Coalition to End Wildlife Trafficking Online) menetapkan sasaran pengurangan 80 persen pada tahun 2020.

Dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran akan eksploitasi satwa liar, Instagram juga telah meluncurkan inisiatif dengan pengguna yang memposting atau mencari gambar dengan tagar terkait.

Misalnya #tigerselfie (swafoto dengan harimau) atau #slowloris (kukang lamban) akan diberikan pesan pop-up yang menggarisbawahi perlunya melindungi margasatwa dan lingkungan.

Pada April 2018, BBC Earth bekerja dengan Instagram untuk menambahkan peringatan ke dua hashtag tambahan #orangutan dan #pangolin (trenggiling). Jaringan berbagi gambar itu belum merilis data untuk menunjukkan apakah penggunaan hashtag ini telah menurun.

Prof Nekaris menyarankan bahwa kita harus waspada di media sosial.

"Instagram juga telah meluncurkan prakarsa, di mana pengguna yang mengunggah atau mencari gambar dengan tagar terkait diberikan pesan pop-up yang menggarisbawahi perlunya melindungi satwa liar dan lingkungan," ungkapnya.

Seperti permainan bisikan yang mendunia, konteks gambar dan video dapat hilang saat dibagikan, jadi penting untuk memikirkan apa yang Anda lihat. Jika itu dianggap membahayakan, laporkan gambar itu ke platform.

Anda juga dapat membuat dampak positif dengan membagikan dan mendiskusikan foto dan video dengan pesan konservasi yang kuat.

Baca juga: Internet Ancam Populasi Singa dan Kawan-kawan, Kok Bisa?

Banyak badan amal yang berusaha meningkatkan prospek spesies yang terancam punah hanya dapat beroperasi berkat perhatian dan pendanaan khalayak dunia maya global.

Bersama-sama kita dapat mengubah "aww" menjadi kesadaran, dan memberi binatang kesukaan di layar kita kesempatan untuk berjuang bertahan hidup di lingkungan mereka yang sebenarnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X