Kompas.com - 17/09/2018, 12:32 WIB
Ilustrasi tes gula darah pada pasien diabetes. Getty Images/iStockphotoIlustrasi tes gula darah pada pasien diabetes.


KOMPAS.com - Tahun 2017, lebih dari 450 juta orang di dunia menderita diabetes. Menurut dua penelitian yang baru dipublikasikan, salah satu cara mencegah diabetes tipe 2 adalah dengan menjalani gaya hidup sehat.

Dalam penelitian yang menggunakan tikus, peneliti di Toho University Graduate School of Medicine di Jepang menemukan bahwa begadang atau tidur hanya enam jam sehari mampu meningkatkan risiko diabetes Tipe 2.

Kelompok tikus yang kekurangan tidur memiliki kadar gula darah yang jauh lebih tinggi, dan produksi trigliserida di hati juga meningkat. Trigliserida adalah lemak yang terkait dengan resistensi insulin, ciri khas diabetes.

Selain itu, kurang tidur menyebabkan perubahan dalam enzim hati yang bertanggung jawab untuk mengatur metabolisme hati.

Baca juga: BPPT Hadirkan Beras Sagu yang Aman bagi Penderita Diabetes

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur jelas merupakan faktor risiko diabetes. Oleh karena itu, rutinitas tidur yang baik penting untuk mencegah diabetes pada orang dengan risiko yang sudah meningkat.

Dosis harian gandum atau gandum hitam juga dapat mengurangi risiko terkena diabetes.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam sebuah penelitian besar, para peneliti di Chalmers University of Technology di Swedia dan Pusat Penelitian Masyarakat Kanker Denmark menganalisis kebiasaan makan lebih dari 55.000 peserta bebas diabetes.

Para peserta diminta untuk membuat daftar jenis produk gandum yang mereka konsumsi setiap hari. Barang-barang yang tercantum, termasuk roti, muesli dan bubur.

Setelah 15 tahun, para peneliti melanjutkan eksperimen dengan para peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan gandum setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes Tipe 2.

Baca juga: Selain Gaya Hidup, Polusi Udara Terbukti Picu Perkembangan Diabetes

"Pada gandum hasil penelitiannya jelas. Di antara banyak penelitian yang telah dilakukan, dalam berbagai kelompok orang di seluruh dunia, belum ada satu studi pun yang telah menunjukkan efek kesehatan negatif," ini kesimpulan Rikard Landberg, peneliti senior studi ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.