Simbiosis Hewan Laut Kecil, Gunakan "Ransel" untuk Hindari Predator

Kompas.com - 16/09/2018, 18:03 WIB
Zat kimia beracun yang dimiliki siput laut digunakan untuk melindungi krustasea kecil yang disebut amphipoda. Mereka mencengkeram siput dan membawanya selama ia hidup. Zat kimia beracun yang dimiliki siput laut digunakan untuk melindungi krustasea kecil yang disebut amphipoda. Mereka mencengkeram siput dan membawanya selama ia hidup.

KOMPAS.com - Di bawah lautan Antartika, tinggal siput laut dengan ukuran tubuh kecil dan sangat tipis, hingga cahaya bisa menembus kulitnya. Meski kecil, organisme laut ini memiliki zat kuat untuk melindungi diri dari serangan predator pada cangkangnya.

Meski punya senjata andalan untuk menghindari predator, hidupnya tak selalu tenang. Pasalnya, ada organisme lain yang memanfaatkannya untuk menghindari ikan dan predator lain.

Organisme itu adalah krustasea kecil mirip udang yang disebut amphipoda. Kelebihannya, ia kebal terhadap racun siput laut.

Amphipoda cerdik itu mencuri siput laut kemudian menjepit erat dengan dua pasang kaki sehingga siput tidak bisa melarikan diri. Dengan siput laut di punggung yang dibawa sepanjang hidup, amphipoda nampak seperti sedang memakai ransel.

Baca juga: Kali Pertama, Ilmuwan Lakukan Transplantasi Memori pada Siput Laut

Cara inilah yang dipakai spesies amphipoda agar selamat dari incaran ikan dan predator lain yang mengincarnya.

Langkah ini mungkin menguntungkan amphipoda, tapi sebenarnya siput laut tidak memperoleh manfaat sama sekali.

Dalam laporan para ahli yang terbit di jurnal Marine Biodiversity, 5 September 2018, siput tidak bisa makan ketika haknya dirampas amphipoda. Tak heran, banyak siput laut mati karena kelaparan.

Fenomena ini telah menarik minat banyak ilmuwan. Salah satunya sebuah studi yang dibuat hampir tiga dekade lalu. Dalam laporannya, para ahli membahas strategi amphipoda mengenakan ransel siput dinilai cukup mempan dalam melawan ikan beku yang memangsa amphipoda.

Kini, dalam studi terbaru para ahli ingin mengetahui lebih jauh seberapa luas perilaku ini terjadi di ekosistem Samudra Selatan dan apakah ini menguntungkan untuk kedua hewan.

Untuk itu mereka mengambil sampel di empat lokasi berbeda di wilayah bebas es dari bagian depan kutub Antartika sampai ke Laut Weddel timur.

Mereka menemukan contoh perilaku "menggendong ransel" di dua spesies amphipoda, yakni Hyperiella dilatata yang hanya membawa siput laut Clione limacina antarctica dan Hyperiella antarctica yang suka membawa siput laut Spongiobranchaea australis.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X