Kompas.com - 14/09/2018, 19:00 WIB
Ilustrasi minuman beralkohol. ThinkstockphotosIlustrasi minuman beralkohol.

KOMPAS.com – Sebuah studi pernah melaporkan China merupakan negara pembuat bir paling awal, dibuktikan dengan temuan alat pembuat bir berusia 5.000 tahun. Tapi, temuan yang dilakukan para arkeolog Stanford University mungkin akan mengubah sejarah pembuatan bir.

Saat tim mengeksplorasi gua Raqefet, situs pemakaman orang Natufia yang terletak di Israel, mereka menemukan sebuah lumpang batu berusia 13.000 tahun. Setelah dianalisis, lumpang batu itu menyimpan residu praktik pembuatan bir di masa lalu.

Dalam laporan yang terbit di Journal of Archeological Science: Report,ahli membuktikan pembuatan bir sudah dilakukan jauh sebelum manusia mampu menanam sereal dan mengolahnya menjadi roti.

Baca juga: Menurut Sains, Bir Bisa Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan. Benarkah?

"Temuan ini menambah catatan alkohol tertua buatan manusia di dunia," kata Li Liu, seorang profesor arkeologi dari Jurusan Budaya China, Stanford University dikutip ZME Science, Kamis (13/09/2018).

Seperti kita tahu, pertanian telah menghantarkan manusia ke zaman baru dalam perkembangan evolusi kita. Sejak bisa menyimpan cadangan makanan dan tinggal di rumah permanen, manusia bebas melakukan berbagai kegiatan, termasuk membuat bir.

Meski begitu, praktik pembuatan bir yang ditemukan di Israel itu sudah terjadi sebelum manusia melakukan cocok tanam atau dengan mudah mendapatkan aneka biji-bijian.

"Temuan ini menunjukkan bahwa pembuatan alkohol tidak melulu dilakukan saat manusia mengenal bertani. Orang Natufia sudah membuat bir jauh sebelumnya dan digunakan untuk keperluan ritual dan kebutuhan spiritual, setidaknya sampai batas tertentu, sebelum pertanian," kata Liu.

Kesimpulan Liu itu didapat setelah ia bersama tim melakukan penyelidikan terhadap orang Natufia dan kehidupan mereka di masa lalu.

Mereka menemukan bukti pembuatan roti tertua dari situs Natufia di Yordania berumur sekitar 11.600 hingga 14.600 tahun. Sementara, bukti pembuatan bir yang baru ditemukan diprediksi berusia sekitar 11.700 sampai 13.700 tahun.

Keunikan bir Natufia

Jiajing Wang yang juga rekan peneliti Liu berkata, bir bikinan kaum Natufia sangat berbeda dengan bir buatan China kuno atau bir yang ada di pasaran saat ini. Bir dari Israwl ini justru lebih mirip bubur atau oat encer.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.