Tahun Barunya Sama, Kalender Jawa dan Islam Ternyata Beda

Kompas.com - 12/09/2018, 18:02 WIB
Ilustrasi kalender Kwun Kau TamIlustrasi kalender

Ini membuat kalender pertama Jawa bukan 1 Sura tahun 1 Jawa, melainkan 1 Sura tahun 1555 Jawa.

Baca juga: Dalam Kalender Persia, Sekarang Baru Tahun 1396

Sifat

Penggiat edukasi astronomi sekaligus pengelola Imah Noong, Lembang, Jawa Barat, Hendro Setyanto, mengatakan, kalender Jawa adalah kalender matematis, sama seperti kalender Masehi.

Aturannya didasarkan pada perhitungan matematika dari fenomena astronomi.

Sementara kalender Hijriah adalah kalender astronomis yang ditentukan peristiwa astronomi meskipun dapat dimatematikakan.

Jumlah Hari

Sifat di atas membuat penanggalan Jawa tidak mengalami sengketa seperti penentuan awal Ramadhan atau Syawal di kalender Hijriah.

Selain itu, jumlah hari pada sistem kalender Jawa telah ditentukan, yaitu 30 hari untuk bulan ganjil (Sura, Mulud, dan lainnya) dan 29 hari untuk bulan genap (Sapar, Bakdamulud, dan lainnya).

Khusus tahun kabisat, bulan Besar (12) yang berumur 29 hari diganti 30 hari.

Ini berbeda dengan kalender Hijriah yang awal dan akhir bulannya ditentukan dengan fenomena hilal atau penampakan bulan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X