Atasi Kepunahan, Dua Singa Dilahirkan Lewat Inseminasi Buatan

Kompas.com - 05/09/2018, 19:02 WIB
Pertama di dunia, Isabel dan Victor adalah dua bayi singa yang baru saja lahir dari proses inseminasi buatan. Pertama di dunia, Isabel dan Victor adalah dua bayi singa yang baru saja lahir dari proses inseminasi buatan.


KOMPAS.com - Sepasang singa yang tampan ini lahir pada 25 Agustus 2018 di Ukutula Conservation Center & Biobank, Afrika Selatan. Mereka adalah singa pertama yang lahir lewat inseminasi buatan.

Dalam prosesnya, tim dokter hewan internasional yang dipimpin Dr. Isabel Callealte dari Universitas Pretoria mengaku menggunakan air mani singa jantan dewasa dengan kualitas unggul yang masih segar.

Untuk menghormati Dr Callealte dan tunangannya, kedua anak singa itu diberi nama Isabel dan Victor.

Baca juga: Seekor Banteng Seruduk Singa Hingga Terpelanting Ke Udara

Singa Afrika (Panthera leo) sebenarnya jumlahnya masih terhitung aman di penangkaran, mereka masih dapat kita lihat. Namun, lain cerita dengan singa Afrika yang ada di alam liar. Menurut Daftar Merah IUCN, singa Afrika sudah terdaftar sebagai spesies rentan punah.

Penurunan populasinya di alam liar pun mencapai 98 persen dalam 220 tahun terakhir, di mana antara 1993 sampai 2014 penurunan populasi mencapai 43 persen. Kemudian, antara 2016 sampai 2018, jumlah mereka turun dari 25.000 menjadi 18.000 ekor.

Tim ahli mengumpulkan sperma dari singa jantan dewasa yang akan digunakan untuk inseminasi buatan. Tim ahli mengumpulkan sperma dari singa jantan dewasa yang akan digunakan untuk inseminasi buatan.

Seperti yang kita duga, penurunan populasi singa Afrika disebabkan oleh manusia melalui perburuan liar, hilangnya habitat, dan berkurangnya mangsa di habitat asli.

Yang tersisa dari singa Afrika di alam liar adalah populasi kecil dan terpecah belah yang bisa memicu perkawinan sedarah.

Sebab itu, inseminasi buatan yang diterapkan ke singa akan membantu mereka mengatasi masalah dengan memperluas distribusi genetik. Pada gilirannya, hal ini akan menekan akan penularan penyakit dan membuat populasi lebih sehat.

Teknik ini nantinya tidak hanya digunakan untuk singa Afrika, tetapi sub-populasi singa dan bahkan kucing besar lain yang terancam punah.

Untuk diketahui, saat ini ada beberapa sub-populasi singa tertentu yang lebih berisiko punah. Misalnya singa Afrika Barat yang ditetapkan sebagai spesies sangat terancam punah dan singa Asia (Panthera leo persica) yang terdaftar terancam punah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X