Kompas.com - 31/08/2018, 18:00 WIB
Ular piton burma (Phyton bivatattus) Ular piton burma (Phyton bivatattus)


KOMPAS.com - Di kawasan Florida, ada ular piton yang sangat kuat, yakni piton Burma (Python bivittatus). Saat masuk ke Florida pada 1980-an, ular ini dijadikan peliharaan eksotis.

Tak disangka, populasi piton ini terus meningkat hingga mencapai puluhan ribu dan mereka mengincar mamalia berukuran kecil.

Selama ini masyarakat Florida mengira ular Piton Burma tak berbeda jauh dengan piton lain pada umumnya, kecuali fakta bahwa ia memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dibanding piton lainnya dan mereka dapat beradaptasi dengan mudah di berbagai lingkungan.

Berkaitan dengan kemampuan ular piton Burma, kini para ahli mengetahui alasannya. Dalam studi yang terbit di jurnal Ecology and Evolution pada Minggu (19/8/2018), terungkap fakta bahwa ular piton Burma merupakan hibrida atau hasil kawin silang dari spesies berbeda.

Baca juga: Telan Boneka, Ular Piton Berukuran 2 Meter Harus Dioperasi

Kesimpulan tersebut didapat tim ahli setelah menganalisis jaringan ekor pada 426 ular piton Burma yang dikumpulkan sejak 2001 sampai 2012 di Florida Selatan, termasuk Everglades.

Hasilnya, ada 13 ular piton Burma yang memiliki jejak genetik dari piton India (Python molurus) di DNA mitokondria, yang diturunkan dari ibu ke anak.

Meski demikian, bukan berarti ular piton Burma merupakan spesies hibrida baru yang membahayakan dan tiba-tiba menjadi ancaman untuk Florida.

Seperti dilaporkan The Guardian via Live Science, Kamis (30/8/2018), para peneliti menduga perkawinan silang antara dua spesies ular itu telah terjadi sejak lama sebelum ular piton mulai berkembang di Florida.

Namun tim mengakui, hibrida dari hasil kawin silang dua spesies yang kuat akan memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari piton pada umumnya.

Menurut tim, kombinasi gen yang kuat dari kedua spesies piton dapat menciptakan hibrida dengan kekuatan lebih. Selain itu, hibrida juga memiliki kemampuan untuk hidup di berbagai lingkungan dan mudah beradaptasi dengan perubahan iklim.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X