Batu Tua Berusia Ratusan Tahun Beri "Pesan" Soal Kekeringan di Eropa

Kompas.com - 29/08/2018, 11:30 WIB
Salah satu batu tua berusia ratusan tahun yang digunakan sebagai petunjuk adanya kekeringan di Eropa dengan berbagai penanggalan sejah ratusan tahun lalu. Selain batas air yang ditunjukkan dengan garis dan tanggal, batu tua itu juga menyimpan pesan. Salah satu batu tua berusia ratusan tahun yang digunakan sebagai petunjuk adanya kekeringan di Eropa dengan berbagai penanggalan sejah ratusan tahun lalu. Selain batas air yang ditunjukkan dengan garis dan tanggal, batu tua itu juga menyimpan pesan.


KOMPAS.com - Selama beberapa abad, orang-orang Eropa punya kebiasaan menandai seberapa tinggi air sungai selama musim kemarau. Mereka membuat garis dan mencantumkan tanggal pada batu-batu besar yang ada di sepanjang sungai Elbe yang membentang dari Republik Ceko sampai Jerman.

Ini adalah petunjuk sederhana bagi penduduk setempat untuk mengingatkan kapan pernah terjadi musim kering berkepanjangan yang berakibat pada kelaparan.

Berkaitan dengan tradisi itu, sepanjang tahun ini penduduk sekitar sungai Elbe sudah menemukan lusinan batu tua.

Baca juga: Habitatnya Kekeringan, Tikus di Midway Atoll Minum Darah Elang Laut

Menurut laporan Associated Press, Kamis (23/8/2018), batu-batu itu muncul bertepatan dengan kekeringan panjang yang tengah melanda Eropa saat ini.

Meski batu yang bermunculan berusia tua, pesan yang tertulis di atasnya tidak salah.

Seperti diwartakan kantor berita AFP via Live Science, Senin (27/8/2018), kekeringan yang melanda Eropa Utara saat ini tidah hanya menurunkan suhu dan membuat kebakaran hutan, tetapi juga mengancam produksi pangan.

Di Swedia, Jerman, dan Belanda, panen gandum diperkirakan menurun sampai 30 hingga 60 persen, tergantung wilayah. Inggris dan Perancis juga dapat terkena dampak signifikan.

"Peternak di Eropa Utara mungkin terpaksa harus menyembelih ternah mereka karena kurangnya pasokan makanan," menurut AFP.

Terkait fenomena ini, sejumlah studi telah menunjukkan bahwa perubahan iklim membawa pengaruh besar pada kekeringan di Eropa dan seluruh dunia.

Baca juga: Peralatan Batu dari China akan Ubah Kisah Asal Usul Manusia

Di masa lalu, nenek moyang orang Eropa tak hanya mencatat penanggalan dan tinggi air saat musim kemarau. Mereka juga memperingatkan betapa bahayanya kekeringan yang terjadi ratusan tahun silam.

Ukiran batu tertua tercatat dibuat tahun 1616 dan dianggap sebagai petunjuk hidrologi tertua di Eropa Tengah.

" Prasasti itu dipahat dengan menggunakan bahasa Jerman. Bunyinya, 'Ketika Anda melihat saya, menangislah'," tulis pemberitaan AP.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X