Kompas.com - 28/08/2018, 20:01 WIB

KOMPAS.com – Saat wanita dewasa berusia 40 sampai 50 tahun, mereka akan memasuki masa menopause, penurunan hormon reproduksi. Peristiwa alamiah ini sebenarnya tidak hanya dialami wanita, mamalia laut seperti paus juga mengalaminya.

Penelitian sebelumnya sudah menunjukkan paus pembunuh dan paus pilot sirip pendek mengalami masa menopause yang sama seperti wanita dewasa. Kini, para ahli menambahkan paus beluga dan paus narwhal bertanduk juga mengalami hal serupa.

Dalam penelitian yang terbit di jurnal Scientific Reports, ahli mengungkap hewan pada umumnya terus bereproduksi sepanjang hidup mereka. Inilah yang membuat para ahli bingung mengapa beberapa makhluk hidup berevolusi dan mengalami masa menopause.

Baca juga: Seperti Manusia, Simpanse Juga Bisa Bermain Batu-Gunting-Kertas

Demi menjawab teka-teki itu, sekelompok ilmuwan dari Universities of Exeter and York dan Pusat Penelitian Paus mengkaji data dari 16 spesies paus mati.

Hasil analisis menemukan ovariumyang tidak aktif dari paus beluga dan paus narwhal tua yang hidup di laut Arktik Kanada dan Greenland.

Para ahli meyakini, menopause yang dialami paus betina tua akan bermanfaat untuk kelompok paus. Jika paus betina terus bereproduksi hingga usia tua, paus muda dan tua mungkin akan melakukan persaingan sengit.

"Menopause masuk akal dalam hal evolusi, sebuah spesies membutuhkan suatu alasan untuk berhenti reproduksi dan alasan untuk hidup setelah itu," kata penulis utama studi ini Dr Sam Ellis, dari Universitas Exeter, dilansir The Independent, Senin (28/8/2018).

Ellis berpendapat, menopousenya paus pembunuh disebabkan oleh kesejahteraan hidup kelompok.

Saat paus pembunuh memiliki keturunan, baik jantan maupun betina, mereka akan hidup berkelompok selamanya. Seiring waktu, kelompok itu akan menjadi lebih besar dengan lebih banyak anak dan cucu.

Peningkatan jumlah keturunan ini menandakan adanya kondisi sebagai berikut, jika betina terus melahirkan keturunan, akan timbul persaingan di antara keturunan, misalnya adanya perebutan sumber makanan.

"Alasan untuk terus hidup adalah bahwa betina yang lebih tua sangat bermanfaat bagi keturunan mereka. Sebagai contoh, pengetahuan tentang lokasi makanan yang akan membantu kelompok bertahan hidup," jelas Ellis.

Baca juga: Kematian Paus Sirip Sepanjang 17 Meter, Ungkap Kehidupan Spesiesnya

Dilansir Science Alert, Senin (28/8/2018), apa yang dilakukan paus itu erat kaitannya dengan yang terjadi pada manusia dan sebuah teori yang dikenal sebagai "hipotesa nenek".

Menurut Kristen Hawkes, seorang antropolog dari University of Utah, hipotesa nenek berisi tentang perilaku wanita tua dengan keturunannya. Saat wanita sudah berusia tua dan tidak lagi bisa memiliki keturunan, ia akan menghabiskan waktu bersama anak cucunya untuk mengajarkan tentang pengalaman hidupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.