Kompas.com - 21/08/2018, 18:02 WIB
Naskah Mesir kuno ini berisikan praktik medis ribuan tahun lalu. Di dalamnya berisi tentang tes kandungan, penyakit ginjal, dan juga perawatan sakit mata. Naskah Mesir kuno ini berisikan praktik medis ribuan tahun lalu. Di dalamnya berisi tentang tes kandungan, penyakit ginjal, dan juga perawatan sakit mata.


KOMPAS.com - Naskah kuno sebenarnya sudah banyak yang ditemukan, namun belum semua diterjemahkan. Salah satunya adalah papirus Mesir kuno yang merupakan koleksi Papyrus Carlsberg Collection, University of Copenhagen di Denmark.

Saat sekelompok tim peneliti Internasional berkolaborasi untuk menerjemahkan naskah yang tidak dipublikasikan, mereka menemukan salah satu informasi langka dan sangat menarik yang berisi praktik medis ribuan tahun lalu di Mesir.

Meski sudah rusak, beruntung para ahli masih dapat menerjemahkan aksara Mesir kuno tersebut. Menurut mereka, di dalamnya tertulis informasi tentang penyakit ginjal, perawatan untuk sakit mata, dan deskripsi tes kehamilan.

Baca juga: Misteri Papirus Basel Terpecahkan Setelah 500 Tahun, Ini Isinya

Seperti diberitakan situs berita sains ScienceNordic via Live Science, Jumat (17/8/2018), naskah kuno itu tidak hanya berisi catatan praktik medis di masa lalu. Tetapi juga berisi referensi astronomi, botani, dan astrologi.

Menurut peneliti proyek, salah satu naskah praktik medis berisi tentang uji kehamilan dan cara mendeteksi jenis kelamin jabang bayi.

Menurut naskah tersebut, perempuan hamil dianjurkan untuk buang air kecil di dua kantung berbeda, salah satu kantung berisi bibit gandum dan lainnya berisi bibit jelai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tumbuhan mana yang tumbuh terlebih dahulu, dipercaya akan menunjukkan jenis kelamin bayi nantinya. Jika yang tumbuh adalah gandum, maka jenis kelamin bayi adalah laki-laki, begitu pun sebaliknya.

Namun, bila kedua kantung tumbuhan tidak ada yang tumbuh, praktik medis Mesir kuno percaya itu menunjukkan bahwa perempuan sedang tidak hamil.

Tes deteksi kehamilan ini tentu sangat aneh bagi kita yang hidup di dunia modern. Meski begitu, tes serupa sebenarnya pernah dipraktikkan pada abad pertengahan tahun 1699 di Jerman.

"Banyak ide dalam naskah medis Mesir kuno yang sebenarnya muncul lagi dalam teks Yunani dan Romawi. Dari sinilah mereka menyebar lebih jauh ke pedoman perawatan medis di Timur Tengah, dan Anda dapat menemukan jejaknya sampai masa pengobatan pramodern," ujar peneliti proyek Sofie Schiødt dari University of Copenhagen.

Schiødt dan timnya percaya, naskah Mesir kuno yang akhirnya berhasil mereka terjemahkan akan memberi wawasan berharga dalam fondasi ilmu kedokteran di masa lalu.

Baca juga: Papirus Mesir Kuno Memuat Jampi-jampi Ampuh Pemikat Wanita

Manajer Papyrus Carlsberg Collection, Kim Ryholt berkata, pihaknya memiliki sekitar 1.400 manuskrip kuno yang berasal dari 2000 Sebelum Masehi hingga 1000 Masehi.

Rata-rata, literatur sains dari Mesir kuno yang dimiliki Universitas Copenhagen belum diterjemahkan, meski sudah dikoleksi sejak 1939.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Kita
Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Oh Begitu
Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Oh Begitu
Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Oh Begitu
Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Oh Begitu
Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Oh Begitu
6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

Oh Begitu
Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Oh Begitu
Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Oh Begitu
Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Oh Begitu
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X