Kompas.com - 20/08/2018, 19:02 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Studi terbaru menyebut sekitar 20 persen pengguna lensa kontak tidak bertanggung jawab. Mereka membuang lensa kontak tak terpakai ke toilet atau saluran air di bak cuci.

Dari sekitar 45 juta pemakai lensa kontak di AS, sekitar 9 juta orang melakukannya. Hal ini tentu saja berkontribusi terhadap masalah lingkungan yang serius.

Ahli lingkungan Rolf Halden dari Arizona State University yang juga memakai lensa kontak awalnya penasaran apakah sudah ada temuan yang meneliti tentang limbah lensa kontak. Saat ia mulai mencari tahu, ternyata belum ada yang melakukannya.

Sejak itulah Halden bersemangat untuk meneliti kasus ini. Ia dan timnya melakukan survei anonim yang melibatkan 139 orang pemakai lensa kontak dan non pemakai.

Mereka menemukan, sekitar 19 persen pemakai mengaku membuang lensa kontaknya ke saluran pembuangan air atau toilet.

Baca juga: Hati-hati, Ini Bahayanya Tidur Masih Memakai Lensa Kontak

Selanjutnya Halden menyelidiki apa yang terjadi pada lensa tersebut.

Di pembuangan limbah AS, mereka memiliki filter khusus yang dirancang menyaring objek besar agar tidak berakhir ke pabrik pengolahan air limbah. Namun, lensa kontak berukuran sangat kecil dan tipis sehingga benda ini sangat mungkin melewati filter dengan mudah.

Halden yang mempresentasikan temuannya di Pertemuan Nasional ke-256 dan Pameran American Chemical Society di AS mengatakan, ia dan timnya kemudian mengambil beberapa samper air limbah.

Dari sinilah mereka membuktikan adanya pecahan lensa kontak dalam air limbah. Ini artinya, pengolahan air limbah tidak hanya dibobol lensa kontak, tapi juga benda berukuran kecil lainnya.

Untuk mengetahui apakah lensa kontak dapat terurai, para ahli menggunakan lima polimer yang biasa digunakan dalam lensa kontak untuk mikroorganisme anaerobik dan aerobik yang umumnya ditemukan di pabrik air limbah untuk jangka waktu berbeda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X