Kompas.com - 17/08/2018, 19:03 WIB

"Saya sangat gembira saat melihatnya dan langsung penasaran serbuk sari (tanaman) apa ini. Serbuk sari itu bukan di tubuh kumbang, tetapi sangat dekat dengan mulut kumbang dan di sampingnya," ujarnya.

Cai menduga, serbuk sari itu mungkin awalnya ditelan kumbang, tapi dimuntahkan kembali setelah kumbang terjebak resin pohon.

Untuk mengungkap asal usul serbuk sari itu, Cai meminta bantuan Liqin Li, ahli yang fokus mempelajari serbuk sari purba di Chinese Academy of Sciences dan ikut menulis laporan.

Dengan mengamati alur panjang pada butir berbentuk oval, Li mengidentifikasi serbuk sari itu adalah kepunyaan sikas kuno.

Para ahli juga menemukan, kerabat terdekat kumbang ini yang ditemukan di Australia juga menyerbuki sikas.

Baca juga: Hampir 100 Juta Tahun Katak Malang Ini Terjebak di Batu Ambar

Berbeda dengan tanaman bunga, sikas merupakan tanaman berumah 2, ada jantan dan betina yang berbeda.

Saat seekor kumbang terbang ke kerucut tanaman jantan, ia mencari serbuk sari untuk makan atau tempat untuk bertelur, ia kemudian menyapu serbuk sari.

"Secara tidak langsung kumbang melakukan penyerbukan tanaman. Seperti simbiosis mutualisme, tanaman dibantu penyerbukan dan kumbang mendapat makanan," ujar Michael Engel, seorang paleontomolog di University of Kansas.

Meski kumbang berusia 99 juta tahun, Dr. Cai dan Dr. Engel yakin temuan mereka menjelaskan hubungan yang jauh lebih tua, mungkin sudah terjadi sejak Periode Trias/

Itu artinya, kumbang telah membantu penyerbukan tanaman lebih dari seratus juta tahun sebelum kupu-kupu dan lebah melakukan tugas itu pada tanaman bunga (sekitar 130 juta tahun lalu).

"Serangga dan tumbuhan adalah makhluk hidup yang paling mendominasi bumi. Hubungan inti, keduanya telah melewati berbagai periode waktu dan fosil ini hanya salah satu komponen di dalamnya," ujar Engel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.