Ahli: Solusi Masalah Gizi Buruk Ada pada Bakteri Baik di Usus

Kompas.com - 15/08/2018, 17:37 WIB
Anak yang menderita kurang gizi akut, Sacdiyo Mohamed (9 bulan) mendapat perawatan di Rumah Sakit Banadir setelah ibunya Halima Hassan Mohamed mengungsi untuk menghindari bencana kekeringan di Somalia dan pergi ke Mogadishu dengan mobil, Sabtu, 11 Maret 2017. 
Associated PressAnak yang menderita kurang gizi akut, Sacdiyo Mohamed (9 bulan) mendapat perawatan di Rumah Sakit Banadir setelah ibunya Halima Hassan Mohamed mengungsi untuk menghindari bencana kekeringan di Somalia dan pergi ke Mogadishu dengan mobil, Sabtu, 11 Maret 2017.


KOMPAS.com - Selama ini, balita yang mengalami kurang gizi dirawat dengan memberi asupan kaya kalori dan kaya protein.

Bentuk makanan ini bisa bermacam-macam, mulai dari pasta kacang sampai milkshake berlemak. Namun prinsip dasarnya selalu sama, yakni memenuhi kebutuhan gizi agar anak bisa tumbuh dengan baik.

"Makanan seperti ini bisa menyelamatkan nyawa anak. Tapi pertarungannya belum selesai," ujar ahli.

Periode kurang gizi mungkin cuma beberapa bulan, tapi konsekuensinya bisa dirasakan seumur hidup.

Baca juga: Temuan Baru, Vitamin D Dosis Tinggi Baik Untuk Anak Kurang Gizi

Sepanjang masa anak-anak dan remaja, anak yang kurang gizi akan terhambat pertumbuhannya dan lebih rentan pada infeksi.

Anak yang punya riwayat kurang gizi juga bisa menunjukkan defisit kognitif, yang menyebabkan IQ rendah, dan kekurangan kontrol impuls. Dampaknya, anak bisa kesulitan dalam menerima pelajaran di sekolah dan sulit mencari pekerjaan saat dewasa.

Untuk mengatasi pertarungan yang berlanjut itu, para ahli mencari solusi untuk memperbaiki dari akarnya. Mereka menemukan, mikrobiota usus atau triliunan bakteri baik dalam saluran pencernaan bisa menjadi jawabannya.

"Kita adalah campuran sublim organ manusia dan mikroba. Mikrobiota usus yang tak kasatmata ini baik untuk kesehatan dan kesejahteraan kita.," kata Jeffrey Gordon, direktur Pusat Sains Genom dan Sistem Biologi di Universitas Washington, St. Louis.

Menurut teori Gordon, banyak konsekuensi jangka panjang dari malnutrisi dapat dikaitkan dengan gangguan terhadap mikrobiota usus.

"Bila keseimbangan itu diperbaiki, kita bisa mendorong pertumbuhan anak ke jalur yang benar sedikit demi sedikit," kata Gordon.

Dengan dana dari Bill and Melinda Gates Foundation, Gordon memimpin berbagai penelitian di Malawi dan Bangladesh untuk menguji kebenaran ide ini. Dan hasil awalnya tampak menjanjikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X