Kompas.com - 12/08/2018, 20:02 WIB
ilustrasi live scienceilustrasi

KOMPAS.com - Menjadi kaisar di Roma kuno sangat berbahaya, taruhannya nyawa. Selama lebih dari 500 tahun, sekitar 20 persen dari 82 kaisar Roma ternyata dibunuh saat berkuasa.

Lantas apa yang menyebabkan mereka dibunuh?

Para ahli menyodorkan sebuah hipotesis menarik yang terdengar aneh di balik kisah pembunuhan para kaisar Romawi. Dalam studi yang dimuat di jurnal Economics Letters, ahli menyebut hujan adalah biang keladinya.

Alasannya sederhana, saat curah hujan rendah terjadi gagal panen. Sementara petani lokal tergantung pada hujan untuk menyirami tanaman mereka. 

Gagal panen itulah yang membuat pasukan militer Romawi kelaparan dan akhirnya memberontak.

Baca juga: Tulisan 2.000 Tahun Ungkap Kisah Kaisar China yang Ingin Hidup Abadi

"Kelaparan itu akan mendorong mereka untuk memberontak. Pada gilirannya pemberontakan akan meruntuhkan dukungan bagi kaisar dan membuatnya lebih rentan terhadap pembunuhan," kata Cornelius Christian, peneliti di Brock University di Ontario, Kanada, dilansir Live Science, Rabu (8/8/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Christian melakukan studi tersebut dengan menggunakan data iklim kuno di jurnal Science edisi 2011.

Dari penelitian itu, ia menganalisis ribuan cincin pohon dari Perancis dan Jerman kemudian menghitung berapa banyak hujan yang terjadi setiap musim semi selama 2.500 tahun terakhir.

Daerah tersebut pernah menjadi perbatasan Romawi kuno, di mana pasukan militer ditempatkan.

Christian lantas menggabungan data dengan pemberontakan militer dan pembunuhan kaisar di Romawi kuno.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.