Influenza Berbeda dengan Selesma, Kenali Perbedaan dan Pencegahannya - Kompas.com

Influenza Berbeda dengan Selesma, Kenali Perbedaan dan Pencegahannya

Kompas.com - 10/08/2018, 11:16 WIB
-shutterstock -


KOMPAS.com - Banyak orang yang menganggap influenza sebagai penyakit ringan sehingga terkadang mengabaikannya.

Padahal, organisasi kesehatan dunia World Health Organization ( WHO), memperkirakan ada sekitar 500.000 kematian akibat influenza setiap tahunnya.

Influenza adalah penyakit saluran nafas akut yang menular dan disebabkan oleh virus influenza.

Apabila seseorang terinfeksi virus influenza, maka virus tersebut dapat menular dengan mudah melalui udara ataupun percikan ludah.

Baca juga: Influenza Bisa Menyerang Siapa Saja, Ini Penanganannya

Ahli Imunologi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, FINASIM menjelaskan, virus influenza dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu A dan B.

Pada masing-masing virus terbagi kembali menjadi dua macam. Virus tipe A terdiri atas A/H1N1 (dikenal sebagai flu musiman) dan A/H3N2 (dikenal sebagai flu Australia), sedangkan virus tipe B terbagi menjadi B Yamagata dan B Victoria.

"Gejala influenza secara umum menyerupai selesma atau common cold berupa demam, sakit kepala, lemah, bersin-bersin, batuk dan pilek," kata Iris melalui siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (9/8/2018).

Meski influenza dan selesma memiliki gejala serupa, namun kedua penyakit ini tak sama. Salah satu yang membedakan adalah lama gejala yang dirasakan penderita.

"Pasien influenza dapat terbaring sekitar 5-10 hari dan merasa lemah hingga satu bulan, sedangkan selesma tidak selalu lemah dan pasien masih dapat bekerja," jelasnya.

Karena kemiripan antara influenza dan selesma tersebut, pengobatan influenza seringkali diabaikan.

Padahal jika influenza terus diabaikan, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi. Salah satunya berupa pneumonia atau radang paru-paru yang dapat menyebabkan kematian.

Pencegahan influenza sebelum terlambat

Agar terhindar dari komplikasi yang mengancam jiwa, sangat penting untuk mencegah influenza.

Baca juga: Influenza Bisa Menyebabkan Kematian, Ketahui Gejalanya

Menurut Iris, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mencegah influenza, yakni dengan pencegahan primer dan sekunder.

1. Pencegahan primer

Pencegahan primer dapat dilakukan dengan vaksinasi influenza. Efektivitas vaksinasi influenza diklaim dapat memberikan perlindungan hingga 90 persen pada individu yang sehat berusia kurang dari 65 tahun.

WHO pun merekomendasikan vaksin dilakukan setahun sekali sesuai dengan tipe virus influenza yang sedang beredar.

" Vaksin dapat diberikan kapan pun asalkan seseorang dalam keadaan sehat. Hanya saja kendala pada vaksin influenza adalah biaya yang belum ditanggung pemerintah dan hanya tersedia di rumah sakit besar saja," ujar Iris.

2. Pencegahan sekunder

Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan menggunakan masker, mencuci tangan yang bersih dengan sabun, dan mengonsumsi vitamin, terutama vitamin C. Iris menganjurkan agar semua hal itu dilakukan setiap hari.

Semoga dengan mengenali gejala influenza dan menerapkan langkah-langkah tersebut, kita dapat tetap sehat dan bugar terhindar dari penyakit influenza.



Close Ads X