Kompas.com - 06/08/2018, 13:43 WIB

KOMPAS.com - Pakar mikrobiologi Australia, Dr Padraig Strappe, mengatakan tulang rawan buaya bisa menjadi kunci dalam mengobati nyeri dan radang sendi pada manusia.

Untuk membuktikannya, Dr Strappe bersama tim peneliti dari Central Queensland University Australia telah melakukan berbagai percobaan.

Mereka mengekstraksi faktor pertumbuhan dari tulang rawan buaya dan menghilangkan protein yang memicu respons kekebalan pada manusia.

"Hasilnya berupa sup atau lem yang mungkin mendukung sel induk dewasa kita, yang diambil dari jaringan lemak atau sumsum tulang, untuk menjadi tulang rawan," jelas Dr Strappe.

"Kami berharap hal ini membantu perbaikan tulang rawan, yang banyak dialami warga lansia," tambahnya.

Setelah "sup" tulang rawan buaya itu ditambahkan ke sel induk orang dewasa, lalu dicetak menggunakan printer 3D. Hal ini agar obat tersebut bisa disuntikkan atau ditanam ke persendian manusia yang telah rusak.

"Jika mengalami cedera traumatis pada persendian, terutama lutut, ada retakan atau celah. Hal itu tidak memiliki sistem perbaikan endogen karena tulang rawan memang tak memiliki suplai darah," kata Dr Strappe.

Dr Strappe menggambarkan kondisi ini sebagai "lubang" yang harus diisi.

"Dengan cetakan 3D kita bisa meniru lubang atau celah itu. Para bedah ortopedi bisa mengisinya dengan eksplan tulang rawan untuk memperbaiki persendian tersebut," katanya.

Dia mengatakan hal ini berpotensi menggantikan pengobatan Arthroscopy banyak dijalani pasien cedera tulang rawan.

Baca juga: Hindari Makanan Berminyak Saat Nyeri Sendi

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Hernia atau Turun Berok yang Diderita Ayah Ayu Ting Ting

Mengenal Hernia atau Turun Berok yang Diderita Ayah Ayu Ting Ting

Oh Begitu
Banjir di Kalimantan Selatan, Begini Analisis BMKG

Banjir di Kalimantan Selatan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
7 Manfaat Beras Merah bagi Kesehatan, Cocok untuk Diet dan Penderita Diabetes

7 Manfaat Beras Merah bagi Kesehatan, Cocok untuk Diet dan Penderita Diabetes

Oh Begitu
Perubahan Iklim Tingkatkan Kemungkinan Kebakaran Hutan Secara Global

Perubahan Iklim Tingkatkan Kemungkinan Kebakaran Hutan Secara Global

Oh Begitu
Sejarah dan Asal-usul Nama Samarinda, Berawal dari Sama dan Rendah

Sejarah dan Asal-usul Nama Samarinda, Berawal dari Sama dan Rendah

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Vaksin Cansino Mengandung Ginjal Embrio Bayi | Kepadatan Tulang Astronot Menurun | Parade 5 Planet Juni

[POPULER SAINS] Vaksin Cansino Mengandung Ginjal Embrio Bayi | Kepadatan Tulang Astronot Menurun | Parade 5 Planet Juni

Oh Begitu
Alat Pernapasan pada Tumbuhan

Alat Pernapasan pada Tumbuhan

Oh Begitu
Benarkah Vaksin Cansino Mengandung Ginjal Embrio Bayi?

Benarkah Vaksin Cansino Mengandung Ginjal Embrio Bayi?

Oh Begitu
Penyebab Karang Gigi dan Macam-Macam Karang Gigi

Penyebab Karang Gigi dan Macam-Macam Karang Gigi

Kita
Bagaimana Parade 5 Planet Bulan Juni Pengaruhi Rancangan Misi Luar Angkasa?

Bagaimana Parade 5 Planet Bulan Juni Pengaruhi Rancangan Misi Luar Angkasa?

Fenomena
5 Menu Sarapan untuk Menurunkan Kolesterol, Salah Satunya Putih Telur

5 Menu Sarapan untuk Menurunkan Kolesterol, Salah Satunya Putih Telur

Oh Begitu
Keluar Darah di Saat Tidak Haid, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Mengatasinya?

Keluar Darah di Saat Tidak Haid, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Mengatasinya?

Halo Prof!
6 Makanan dan Minuman Penyebab Gigi Kuning dan Cara Menguranginya

6 Makanan dan Minuman Penyebab Gigi Kuning dan Cara Menguranginya

Kita
Ular Tanah, Ular Berbisa yang Sering Muncul di Pemukiman

Ular Tanah, Ular Berbisa yang Sering Muncul di Pemukiman

Oh Begitu
Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen di Tengah Kasus Subvarian Omicron Meningkat, Ini Rekomendasi IDAI

Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen di Tengah Kasus Subvarian Omicron Meningkat, Ini Rekomendasi IDAI

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.