Kompas.com - 02/08/2018, 17:35 WIB
Gambar butir asteroid di bawah mikroskop Gambar butir asteroid di bawah mikroskop

KOMPAS.com - Badan Antariksa Eropa (ESA) baru saja membagikan gambar mikroskop dari butir asteroid Itokawa.

Dalam gambar tersebut, terlihat sisi tajam dari butiran asteroid itu. Peneliti ESA, Fabrice Cipriani, mengatakan sifat bergerigi dari butir asteroid itu dikarenakan kurangnya air atau gesekan yang dapat merusak ujungnya.

Untuk diketahui, butir asteroid tersebut didapatkan dari Misi Hayabusa pertama Jepang pada 2003. Saat itu, pesawat ruang angkasa tak berawak ini mengunjungi sebuah asteroid.

Setelah mengalami misi yang penuh dengan tantangan teknis, ia berhasil membawa sedikit serpihan Itokawa kembali ke Bumi.

Dilansir dari Cnet.com, Rabu (01/08/2018), para ilmuwan di seluruh dunia, termasuk dari ESA, sedang mempelajari potongan kecil asteroid yang mendarat di Bumi pada tahun 2010 itu.

Sebagian besar penelitian difokuskan pada mineralogi dan komposisi asteroid. Tapi, butir khusus ini adalah bagian dari mempelajari sifat elektrostatiknya.

Informasi ini dapat membantu memandu rancangan instrumen yang digunakan untuk menyelidiki asteroid dan memberi tahu kita tentang lingkungan permukaan batuan luar angkasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hayabusa berhasil membawa kembali 1.500 butir asteroid yang dikunjunginya. ESA menggambarkan mereka sebagai benda yang "sangat berharga".

Tetapi para peneliti segera memiliki lebih banyak partikel asteroid untuk diselidiki.

Badan antariksa Jepang (JAXA) saat ini berada di tengah misi asteroid lanjutan yang disebut Hayabusa2.

Baca juga: Video NASA Ini Buktikan Ada Ribuan Asteroid di Dekat Bumi

Seperti misi awal, pesawat ruang angkasa baru ini akan berusaha mengumpulkan sampel asteroid Ryugu untuk dibawa ke Bumi dan dipelajari.

Hayabusa2 mendarat pada asteroid Ryugu pada bulan Juni lalu. Pesawat antariksa ini dijadwalkan untuk kembali ke bumi pada tahun 2020.



Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X