Kompas.com - 01/08/2018, 20:34 WIB
Bayi orca terlihat didorong oleh induknya, Selasa (24/7/2018) yang lalu Sara Hysong-Shimazu Bayi orca terlihat didorong oleh induknya, Selasa (24/7/2018) yang lalu

KOMPAS.com - Sebuah adegan memilukan terlihat di teluk Puget Sound, Selasa (24/8/2018) yang lalu.

Seekor induk paus pembunuh atau orca terlihat tengah mendorong bangkai anaknya di permukaan air agar tidak tenggelam. Padahal, setengah jam sebelumnya bayi itu hidup. Kejadian yang diamati oleh peneliti ini berlangsung sekitar 24 jam.

Belum diketahui kenapa dan apa yang menyebabkan bayi orca tersebut mati begitu cepat setelah dilahirkan.

Namun, peneliti menyebut jika anak orca tersebut merupakan bayi pertama yang lahir dari populasi orca yang menurun dalam tiga tahun terakhir.

Sebagai informasi, populasi orca terus menurun, dari 98 individu pada tahun 1995 menjadi hanya 75 individu saja. Spesies ini mendapat status sebagai satwa yang terancam punah pada tahun 2006.

Baca juga: Hasil Kawin Silang Lumba-lumba dan Paus Ditemukan di Hawaii

Penelitian yang pernah dipublikasikan di jurnal PLOS One menemukan bahwa hampir 70 persen kehamilan orca antara tahun 2008 hingga 2014 mengalami keguguran. Sepertiganya gagal di akhir periode kehamilan atau mati sesaat setelah dilahirkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Induk orca mendorong anaknya yang mati hampir 24 jamscience alert Induk orca mendorong anaknya yang mati hampir 24 jam

Peneliti menghubungkan kehamilan yang gagal terutama karena rendahnya ketersediaan salmon Chinook (Oncorhynchus tshawytschai) yang merupakan makanan utama Orca.

Namun, mereka juga menduga bahwa kematian bisa disebabkan oleh polutan yang kemudian berpindah ke anak-anak mereka.

"Rata-rata, kami mengharapkan beberapa anak orca lahir setiap tahun. Fakta bahwa kami belum melihat kelahiran dalam beberapa tahun dan kemudian mendapati kegagalan reproduksi adalah bukti lebih lanjut bahwa ada masalah besar pada kemampuan reproduksi dalam populasi ini," kata Brad Hanson, ahli biologi di Northwest Fisheries Science Center di Seattle.

Baca juga: World Orca Day, Mengenal Paus Pembunuh, Si Predator Puncak di Samudera

Pemandangan serupa juga pernah terlihat di musim panas 2010 yang lalu. Robin Baird, ahli biologi di organisasi nirlaba Cascadia Research Collective melihat paus yang bertingkah aneh.

Rupanya paus betina berusia 24 tahun tersebut sedang membawa bayi yang sudah tidak bernyawa lagi. Baird mengikuti mereka selama hampir 6 jam. Memang belum ada penjelasan yang spesifik mengenai perilaku tersebut. Namun Baird memunculkan satu kemungkinan yang menarik bahwa hewan juga berkabung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

Fenomena
Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Fenomena
T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

Fenomena
Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Oh Begitu
7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X