Populasi Penguin di Antartika Menurun Drastis Hingga 88 Persen

Kompas.com - 01/08/2018, 19:33 WIB
Penguin kaisar dewasa dan anak mereka di dekat stasiun penelitian di Terre Adélie, Antartika. Periset menemukan bahwa penguin jantan sering kali menyelinap ke luar dari koloni untuk berburu selama musim kawin. Penguin kaisar dewasa dan anak mereka di dekat stasiun penelitian di Terre Adélie, Antartika. Periset menemukan bahwa penguin jantan sering kali menyelinap ke luar dari koloni untuk berburu selama musim kawin.

KOMPAS.com – Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Antarctic Science edisi Agustus, para peneliti melakukan estimasi pertama koloni sejak tahun 1980-an. Tim menemukan bahwa populasi penguin kaisar (Aptenodytes forsteri) di Samudera Hindia selatan menurun 88 persen.

Penguin kaisar, yang beratnya rata-rata 13 kilogram dan bisa tumbuh hingga satu meter, dikenal dengan warna oranye yang khas di bagian atas dada, paruh, leher, dan kepala. Penguin kaisar dapat melakukan perjalanan lebih dari 400 kilometer untuk makan dan menyelam.

Meskipun mereka menempuh jarak yang jauh untuk mencari makanan, tetapi penguin kaisar diketahui tidak melakukan migrasi. Penguin ini tinggal di daerah yang sama selama bertahun-tahun dan koloni terbesarnya hidup di Ile aux Cochon, atau Pulau Babi, di Antartika.

Sayangnya, para peneliti menemukan bahwa koloni di daerah tersebut, yang dulunya terdiri dari 500.000 pasang penguin, kini hanya terdiri dari 60.000 pasang.

Baca juga: Jejak Kotoran Ungkap Keberadaan Koloni Super Berisi 1,5 Juta Penguin

“Ini benar-benar tidak terduga, dan sangat signifikan, karena koloni ini mewakili hampir sepertiga dari penguin kaisar di dunia,” ujar Henri Weimerskirch, ahli ekologi di Pusat Studi Biologi di Prancis.

Para peneliti menganalisis ukuran populasi secara non-invasif dengan menggunakan foto udara yang diambil dari helikopter, dan gambar satelit.

Meskipun tidak ada penyebab yang ditemukan untuk penurunan populasi ini, para ilmuwan memiliki beberapa alasan yang dapat ditawarkan sebagai penyebab penurunan jumlah populasi penguin kaisar di Ile aux Cochon.

Sebagai contoh, perubahan iklim. Perubahan iklim diketahui dapat memperkuat terjadinya cuaca El Nino yang menyebabkan lautan menjadi hangat.

Baca juga: Ini yang Tidak Kita Tahu Soal Kesetiaan Penguin Kaisar Jantan

Pada tahun 1997, El Nino yang kuat menghangatkan samudra yang mengelilingi habitat penguin. Hal ini menyebabkan mangsa dari penguin kaisar menghilang dari sekitar habitat penguin. Bahkan lebih jauh dari jarak terjauh penguin kaisar mencari makan.

Penguin kaisar tidak punya pilihan lain karena tidak ada pulau lain yang cukup dekat untuk didatangi sebagai opsi lain untuk bertahan hidup.

Selain itu, para ilmuwan berasumsi bahwa kepadatan daerah tersebut dapat menyebabkan penurunan koloni juga. Ketika populasi lebih padat, ada lebih banyak persaingan antara penguin. Kepadatan penguin yang berlebihan menyebabkan koloni kekurangan makanan dan berakibat pada penurunan jumlah populasi yang cepat.

Kolera juga dianggap memainkan peran karena burung laut yang mati di pulau-pulau terdekat, dan penyakit ini telah mempengaruhi beberapa penguin kaisar sebelumnya.

Tim berharap mereka akan kembali ke Ile aux Cochon pada awal 2019 untuk dapat meneliti penyebab kemunduran jumlah populasi penguin kaisar.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X