Tidur dengan Kipas Menyala? Pertimbangkan 2 Risiko Kesehatan Ini

Kompas.com - 29/07/2018, 18:00 WIB
Ilustrasi tidur dengan kipas angin mrehanIlustrasi tidur dengan kipas angin

KOMPAS.com - Indonesia memiliki lingkungan beriklim tropis. Sering kali hal ini menyebabkan rasa gerah atau udara panas di sekitar kita.

Karenanya, banyak orang menggunakan kipas angin atau AC untuk mendinginkan udara. Bahkan ketika tidur, kedua benda ini sering kali tidak dimatikan.

Padahal, tidur dengan kipas menyala disebut-sebut memiliki potensi bahaya. Tapi, benarkah demikian?

Dirangkum dari Live Science, Jumat (27/07/2018), para ahli mengatakan kenyataannya tidak begitu buruk.

"Tidak ada apapun tentang kipas angin yang beracun," ungkap Dr Len Horovitz, seorang pulmonolog (ahli penakit pernapasan).

"Tidak ada yang salah dengan sirkulasi udara," tambah dokter yang bekerja di Lenox Hill Hospital, New York City ini.

Meski begitu, dia mengingatkan bahaya yang disebabkan oleh pergerakan udara yang cepat, termasuk karena kipas angin.

Reaksi Alergi

Horovitz menyebut, pergerakan udara yang cepat bisa menguapkan uap air dari mulut dan saluran hidung. Artinya, ini membuat kering area sekitar mulut dan saluran hidung.

Ini bisa membuat debu lebih mudah masuk ke mulut atau saluran hidung.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X