Kompas.com - 21/07/2018, 19:10 WIB

KOMPAS.com – Tahukah Anda, cara menyentuh matahari tanpa terbakar? Bukan, jawabannya bukan pergi pada malam hari.

Pada awal Agustus nanti, Badan Antarika Amerika Serikat (NASA) akan meluncurkan wahana penjelajah matahari Parker (Parker Solar Probe). Proyek paling ambisius ini rencananya akan mendekati matahari pada jarak yang belum pernah dicapai manusia sebelumnya.

Pada titik terdekatnya, Parker akan berada dalam jarak 6,1 juta kilometer dari permukaan matahari. Walaupun itu terdengar jauh, jarak itu sudah berada di dalam atmosfer terluar matahari atau korona yang suhunya mencapai jutaan derajat Kelvin.

Sebagai perbandingan, Venus memiliki permukaan bersuhu 733 Kelvin atau 460 derajat celcius yang cukup untuk merusak peralatan elektronik dari wahana antariksa yang dikirim Rusia pada 1980-an.

Oleh karena itu, banyak orang mengira bahwa Parker akan terbakar seketika saat “menyentuh” matahari.

Baca juga: Ingin "Menyentuh" Matahari, NASA Luncurkan Misi Paling Ambisius

Namun, seperti yang telah dijelaskan NASA, ada perbedaan antara temperatur dan panas. Kepadatan ruang juga akan melindungi Parker agar tidak terbakar.

Dilansir dari Science Alert, Jumat (20/7/2018), temperatur mengukur secepat apa partikel bergerak, sedangkan panas mengukur seberapa banyak energi yang berpindah.

Nah, di luar angkasa ada partikel yang bergerak sangat cepat (temperaturnya tinggi), tetapi tidak memindahkan banyak energi (panasnya rendah) karena ada banyak jarak antara partikel-partikel tersebut. Korona pun demikian.

Susannah Darling dari NASA menjelaskan, bayangkan perbedaannya seperti memasukkan tangan ke dalam oven yang panas dibandingkan panci berisi air mendidih. Di dalam oven, tangan Anda bisa bertahan menghadapi temperatur yang lebih panas untuk waktu yang lebih lama daripada di dalam air yang partikelnya lebih berdekatan.

“Bandingkan dengan permukaan matahari yang terlihat. Korona lebih tidak padat. Jadi, wahana antariksa akan berinteraksi dengan lebih sedikit partikel panas sehingga tidak menerima terlalu banyak panas,” ujarnya.

Baca juga: Selain Kepler, Ada Satu Lagi Misi NASA yang Kehabisan Bahan Bakar

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

Kita
Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Oh Begitu
Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Oh Begitu
WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

Kita
Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Oh Begitu
Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Fenomena
5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

Kita
6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.