Ilmuwan Australia Kembangkan Tes Darah yang Bisa Deteksi Kanker Kulit

Kompas.com - 19/07/2018, 21:32 WIB
ilustrasi tes darah shutterstockilustrasi tes darah


KOMPAS.com - Peneliti Australia mengembangkan tes darah pertama di dunia yang dapat mendeteksi kanker kulit melanoma yang mematikan sejak awal. Mereka menyebut, cara ini dapat menyelamatkan ribuan nyawa dan menghemat jutaan dolar untuk pengobatannya.

Para peneliti dari Edith Cowan University mengatakan, tes darah dapat membantu dokter mendeteksi kanker kulit pada tahap awal sehingga lebih mudah untuk diobati.

"Pasien yang memiliki melanoma yang terdeteksi pada tahap awal, memiliki peluang hidup selama lima tahun antara 90 sampai 99 persen. Bila terlambat dideteksi dan terlanjur menyebar ke seluruh tubuh, tingkat kelangsungan hidup selama lima tahun tinggal kurang dari 50 persen," ujar peneliti utama Pauline Zaenker.

Melanoma biasanya diidentifikasi oleh dokter secara visual dan penanganannya hanya dapat dilakukan dengan pembedahan eksisi dan biopsi.

Baca juga: Ahli Sebut Sejumlah Profesi Rentan Terkena Kanker Kulit

Metode tes darah yang baru dikembangkan ini bekerja dengan menguji auto-antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan melanoma.

"Tubuh mulai memproduksi antibodi ini segera setelah melanoma pertama kali berkembang. Inilah cara kami dapat mendeteksi kanker pada tahap awal, dengan tes darah ini," kata Zaenker.

Para peneliti mengidentifikasi kombinasi 10 antibodi dari 1.627 jenis berbeda yang mengindikasikan adanya melanoma.

Penelitian yang masih dalam tahap awal ini sudah terbit di jurnal Oncotarget pada Rabu (18/7/2018). Ahli melibatkan 105 pasien dengan melanoma dan 104 orang sehat. Tes darah mendeteksi melanoma stadium awal pada 79 persen kasus.

Langkah selanjutnya adalah melakukan uji klinis lebih lanjut untuk memvalidasi temuan tersebut, yang diprediksi bisa memakan waktu sampai tiga tahun.

"Jika berhasil, kami berharap dapat memiliki tes yang siap digunakan di klinik patologi sesegera mungkin," kata Profesor Mel Ziman dari Melanoma Research Group.

Baca juga: Tahi Lalat Buruk Rupa Ini Tanda Penyakit Mematikan, Apakah Anda Punya?

"Tujuan utama tes darah ini adalah untuk memberikan kepastian diagnostik yang lebih jelas sebelum biopsi dan untuk pemeriksaan rutin orang-orang yang berisiko melanoma lebih tinggi. Seperti mereka yang memiliki banyak tahi lalat atau mereka yang memiliki kulit pucat atau riwayat penyakit dalam keluarga," katanya.

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling mematikan dan paling umum yang disebabkan terutama melalui paparan sinar UV dan sinar matahari. Australia memiliki tingkat melanoma tertinggi kedua di dunia setelah Selandia Baru, dengan 14.000 diagnosis baru dan hampir 2.000 kematian setiap tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X