Kompas.com - 14/07/2018, 19:27 WIB

KOMPAS.com - Peneliti berhasil menemukan metode sederhana untuk mengindentifikasi pemburu dan pedagang sisik pangolin atau yang biasa disebut dengan trenggiling.

Metode ini menggunakan gelatin lifter atau lembar kecil dengan perekat di satu sisi yang biasa digunakan oleh penyidik TKP untuk mengumpulkan sidik jari dan bukti jejak lainnya.

Gelatin filter ini juga bisa mengangkat sidik jari yang tertinggal di sisik trenggiling. Cara ini bisa dilakukan oleh para penegak hukum di seluruh dunia untuk membantu mereka menemukan pemburu dan pedagang ilegal trenggiling.

Seperti kita tahu, hewan pemakan semut dan bersisik yang banyak ditemukan di seluruh Asia dan Afrika jumlahnya menurun drastis karena perburuan liar dan perdagangan ilegal.

Baca juga: Bagaimana Memastikan Suatu Hewan Terancam Punah atau Tidak?

Keempat spesies trenggiling Asia sudah sangat terancam punah, empat spesies Afrika kini beresiko punah juga semenjak trenggiling Asia semakin langka.

Setiap hari hampir 300 ekor trenggiling diburu, membuat mereka menjadi hewan yang paling banyak diperdagangkan di dunia.

Daging mereka dianggap lezat di China dan Vietnam, sementara sisiknya digunakan dalam pengobatan tradional Asia dan Afrika.

Adanya penelitian yang dilakukan oleh peneliti University of Portsmouth dan organisasi nirlaba Zoological Society of London (ZSL0 ini tentu membawa angin segar di dunia perlindungan satwa.

"Ini adalah terobosan yang signifikan untuk investigasi kejahatan satwa liar. Perdagangan satwa liar adalah faktor penting dalam hilangnya habitat dan spesies," kata Dr Nicholas Pamment, pengelola Unit Kejahatan Satwa Liar di University of Portsmouth.

Para ahli telah menguji teknik tersebut setelah mendapatkan sisik trenggiling dari UK Border Force. Tim kemudian menggunakan gelatin tersebut untuk mendapatkan cetakan dari sidik jari dan meletakkan pada pemindai untuk membaca sidik jari tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.