Kompas.com - 11/07/2018, 12:32 WIB
Ilustrasi bayi kieferpixIlustrasi bayi

KOMPAS.com - Dalam enam tahun terakhir, enam bayi di Australia meninggal karena sifilis. Padahal, penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual ini sebenarnya hampir pernah punah di awal tahun 2000-an.

Di tahun 2008, dua kasus sifilis ditemukan di Queensland. Sekarang, 10 tahun kemudian, lebih dari 1100 kasus sudah tercatat diidap oleh warga di sana, dengan adanya tambahan 200 kasus baru setiap tahun.

Jumlah penderita terus meningkat, padahal obat yang tersedia yaitu penisilin, mudah didapat dan efektif untuk mematikan bakteri tersebut.

Dr Darren Russell yang bekerja di sebuah klinik di kota Cairns, sekitar 1680 km dari ibukota Queensland, Brisbane mengatakan situasi terkait hal ini sekarang boleh disebut 'tidak terkendali'.

"Jadi dari hampir musnah, sifilis ini sekarang menjadi salah satu epidemi terbesar dalam tahun-tahun terakhir." katanya.

"Di sini kita memiliki alat uji yang bagus, perawatan yang baik namun kita masih tidak berhasil mencegah penyebarannya."

"Saya prihatin ini masih terus menyebar."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mulai Menyebar

Wabah ini dimulai dari komunitas aborigin suku Doomadgee, di Gulf of Carpentaria, pada tahun 2011. Saat itu, muncul beberapa kasus terkait sifilis.

Sayangnya, di saat yang sama, dana untuk jasa layanan kesehatan seksual di seluruh Queensland dipotong oleh pemerintah pimpinan Menteri Utama Campbell Newman.

Baca juga: Ini Efek Samping Pengobatan Sifilis

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.