Wajah Perempuan Ini Bonyok Usai Melesit Hidung, Kok Bisa? - Kompas.com

Wajah Perempuan Ini Bonyok Usai Melesit Hidung, Kok Bisa?

Kompas.com - 05/07/2018, 11:58 WIB
Ilustrasi melesit atau membuang ingus Ilustrasi melesit atau membuang ingus

KOMPAS.com - Kurang lebih setahun lalu, seorang wanita berusia 36 tahun dirawat di Rumah Sakit Universitas Middlesex Utara, London.

Saat ia datang ke rumah sakit itu, wajahnya babak belur seperti habis ditinju.

Selain wajah bengkak dan darah keluar dari hidung, ia mengeluh tidak dapat melihat dan rasa sakit teramat pada bagian kiri wajahnya.

Semua gejala dalam kasus yang akhirnya diterbitkan dalam jurnal BMJ, Kamis (8/6/2018), mengarah pada fraktur soket mata atau fraktur orbit.

Baca juga: Lagi, Perempuan New York Alami Masalah Kuku Setelah Lakukan Fish Spa

Cedera ini biasanya muncul akibat pukulan seperti tinju atau trauma wajah. Namun, perempuan ini mengaku mendapatkan pembengkakan itu setelah ia melesit atau membuang ingus dengan memijit hidung.

"Ini sangat aneh. Biasanya keadaan seperti ini dialami oleh orang-orang yang mengalami trauma wajah atau ditonjok saat berkelahi," ujar Dr. Sam Myers, dokter saluran gastrointestinal bagian atas yang merawat perempuan itu dan salah satu penulis laporan, seperti dilansir TIME, Selasa (3/7/2018).

"Ia mengaku mendapatkannya setelah melesit hidung. Semua orang melakukannya, tapi tidak ada yang menyebabkan kerusakan pada mata. Ini adalah kasus pertama yang saya dengar dan saya tangani langsung," ungkapnya.

Soket mata sendiri adalah area yang mengelilingi dan melindungi mata, terbenuk oleh tulang kecil yang cukup tebal.

Untuk mematahkan soket mata itu memang mudah, tapi bukan dengan melesit. Apalagi, perempuan itu mengaku melakukannya dengan pelan.

Myers berspekulasi, pasiennya memiliki soket mata yang terlalu lemah sehingga mudah retak. Mungkin membuang ingus pelan akan sama seperti ditonjok baginya.

"Kebiasaannya merokok sekitar 20 batang dalam sehari juga mungkin dapat memengaruhi hal tersebut," ujar Myers.

Baca juga: Kasus Langka, Dokter Temukan Cacing Pita dan Ribuan Telur di Mata Pria

Beruntung, kasus perempuan ini masih dapat diobati dengan mudah. Fraktur soket matanya dapat diperbaiki, penglihatannya tidak terpengaruh secara permanen, dan ia tidak perlu melakukan operasi.

Ia hanya diberi obat penghilang rasa sakit dan untuk sementara ia diminta tidak melesit hidung, tidak berolahraga, dan mengurangi rokok.

Setahun kemudian ia mengaku sudah lebih baik, meski ada efek samping rasa sakit di sebelah kiri wajah yang biasanya berlangsung selama 30 menit sampai beberapa jam.

Myers berkata, membuang ingus umumnya tidak berisiko merusak mata. Meski begitu, saat membuang ingus sebaiknya tidak dilakukan dengan keras.

"Namun, sejak saat itu saya lebih memilih mengurangi melesit hidung," ungkapnya.



Close Ads X