Kompas.com - 15/06/2018, 20:47 WIB
Ikan dengan kepala menyerupai burung ini ditangkap dari sebuah sungai di China Selatan. Ikan dengan kepala menyerupai burung ini ditangkap dari sebuah sungai di China Selatan.

KOMPAS.com - Belum lama ini, nelayan di China menangkap ikan dengan bentuk aneh. Ikan itu disebut menyerupai burung karena mulutnya mirip paruh dan siripnya seperti sayap kecil.

Nelayan mengaku mendapatkan ikan ini dari sungai di provinsi Guizhou, China Selatan.

Meski surat kabar lokal mengidentifikasi ikan ini sebagai ikan mas air tawar (Cyprinus carpio), masih banyak warga yang memperdebatkan bentuk ikan ini.

Menurut dugaan ahli, ikan aneh ini mengalami masalah di awal perkembangan kehidupannya.

Baca juga: Viral Video Rakun Panjat Gedung Setinggi 23 Lantai, Bagaimana Bisa?

"Mulut ikan menyerupai paruh merpati mungkin karena pertumbuhan sel yang rusak," kata Andrew Cossins, ahli fisiologi hewan dari Universitas Liverpool, Inggris, dilansir Live Science, Kamis, (14/6/2018).

"Pembengkakan di kepala yang disebabkan oleh bentuk sistem rangka daerah kepala membuat mulut ikan maju," imbuh Cossins.

Namun Cossins tidak dapat mengidentifikasi secara akurat pemicu pembengkakan hanya berdasarkan foto yang dilihatnya.

Ia menduga ikan ini mengalami mutasi genetik atau korban pencemaran lingkungan dalam bentuk kontaminan kimia yang mengganggu pertumbuhan sel ikan.

"Mungkin ada bahan kimia berbahaya yang masuk ke tubuh ikan saat masih di tahap larva, bahan kimia ini kemudian mengganggu pertumbuhan normal embrio dan merusak bagian kepala saja sedangkan anggota tubuh yang lain tidak terpengaruh," jelasnya.

Menurut Cossins, dalam kasus ini mungkin terjadi gangguan saat tahap pembelahan sel dalam pembentukan struktur kepala, produksi sel berlangsung dengan cepat dan menyebabkan kepala ikan mengembang.

Meski demikian, ini masih dugaan berdasarkan data seadanya. Beberapa ahli menyebut kasus yang dialami ikan mas ini berkaitan dengan pola makan, perubahan suhu, atau terkontaminasi bahan kimia.

"Bisa juga kepala ikan menonjol karena adanya tumor yang tumbuh dengan cepat. Tapi kalau tumor itu aneh, karena bagian yang membengkak hanya di area kepala dan tidak menyebar ke tempat lain," imbuh Cossins.

Baca juga: Hilang Satu Dekade, Hiu Langka Ditemukan di Pasar Ikan India

Cossins percaya, benjolan di kepala ikan mas itu tidak berdampak pada kualitas hidup ikan.

Pasalnya hanya kepala ikan saja yang berbentuk aneh, sementara anggota tubuh lainnya normal.

Kabar baiknya, nelayan memutuskan untuk mengembalikan ikan tersebut ke sungai dan membiarkannya hidup.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang Harus Dicurigai

Tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang Harus Dicurigai

Oh Begitu
Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Oh Begitu
Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Oh Begitu
Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Fenomena
3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

Oh Begitu
Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Oh Begitu
Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Fenomena
Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.