Kasus Langka, Wanita Buta Ini Dapat Melihat Objek Bergerak - Kompas.com

Kasus Langka, Wanita Buta Ini Dapat Melihat Objek Bergerak

Kompas.com - 14/06/2018, 19:37 WIB
Milena Canning, hanya dapat melihat objek bergerak setelah mengalami stroke 20 tahun lalu, bersama putrinya Stephanie. Milena Canning, hanya dapat melihat objek bergerak setelah mengalami stroke 20 tahun lalu, bersama putrinya Stephanie.

KOMPAS.com - Orang buta tidak akan mampu melihat apa pun termasuk cahaya. Namun bagaimana bila seorang yang buta mengaku dapat melihat objek bergerak?

Ini bukan dongeng atau kisah fiksi, namun benar-benar dialami oleh Milena Canning, wanita berusia 48 tahun asal Skotlandia.

Canning tidak terlahir buta. Ia baru mengalami kebutaan 18 tahun lalu, setelah mengalami infeksi pernapasan, serangkaian stroke, dan koma selama delapan bulan.

Sadar dari koma, ia tidak dapat melihat apa pun. Namun, enam bulan kemudian Canning mengaku dapat melihat pantulan logam yang menempel pada tas mirip kembang api.

Baca juga: Tak Bersihkan Make Up dengan Benar, Perempuan Ini Hampir Buta

Dua tahun kemudian ia baru memeriksakan kondisinya ke ahli mata Gordon Dutton di Glasgow.

Ia mengeluhkan penglihatannya tidak berfungsi namun dapat melihat pergerakan lengannya.

"Ia juga dapat melihat gerakan air hujan mengalir di jendela, tapi tidak dapat melihat yang lain," tulis Dutton dalam laporannya di tahun 2003, dilansir Science Alert, Rabu (13/6/2018).

"Saat putrinya berjalan membelakanginya, ia dapat melihat kunciran rambut ekor kuda putrinya berayun, tapi tidak bisa melihat putrinya. Ia dapat melihat air bergerak ke lubang pembuangan, tapi tak bisa melihat anaknya di kamar mandi," imbuh Dutton.

Saat itu, Dutton menyarankan Canning menggunakan kursi goyang untuk membantunya melihat apa yang di depannya.

Namun hasilnya tak sesuai rencana. Kondisi Canning masih menjadi misteri, hingga akhirnya Dutton merujuknya ke Brain and Mind Institute milik Universitas Western, di London, Kanada.

Sindrom langka

Selama di Kanada, neuropsikolog Jody Culham bersama timnya melakukan serangkaian tes dan analisis, termasuk memindai otak Canning dengan fMRI.

Hasil yang dipublikasikan di jurnal Neuropsychologica menunjukkan, Canning mengalami sindrom Riddoch atau dikenal juga sebagai disosiasi statokinetik.

Ini adalah keadaan di mana seseorang yang buta dapat melihat objek bergerak.

Sindrom Riddoch disebabkan oleh lesi di lobus oksipital, wilayah otak yang bertanggung jawab memproses penglihatan.

Bila Canning dapat melihat benda bergerak, sebenarnya ada juga sindrom di mana orang buta hanya dapat melihat benda-benda yang diam, namanya sindrom akinetopsia.

"Canning kehilangan sepotong jaringan otak sebesar apel di belakang otaknya, ini hampir seluruh lobus oksipitalnya," terang Culham.

Baca juga: Pertama di Dunia, Bocah Ini Tak Lagi Buta Setelah Lakukan Terapi Gen

Culham dan timnya juga menemukan Canning mampu melihat bola menggelinding dan menangkapnya dengan tepat.

Namun, kemampuannya untuk mengidentifikasi warna tidak selalu benar. Tebakan akuratnya hanya saat ia melihat jempol tangan seseorang mengarah ke atas atau ke bawah.

Kasus Canning ini pada akhirnya memberi wawasan baru tentang kemampuan otak dan menambah bukti bahwa otak manusia dan hewan mampu berkembang ketika rusak.


Komentar
Close Ads X