Alat Unik Ini Bisa Cegah Bayi Prematur Kena Gangguan Otak - Kompas.com

Alat Unik Ini Bisa Cegah Bayi Prematur Kena Gangguan Otak

Kompas.com - 13/06/2018, 09:28 WIB
Liam, bayi prematur yang lakukan gimnastik bayi untuk cegah gangguan otak di kemudian hari. Liam, bayi prematur yang lakukan gimnastik bayi untuk cegah gangguan otak di kemudian hari.

KOMPAS.com - Liam, bayi berusia lima bulan yang lahir prematur asal Pisa, Italia, rutin melakukan latihan fisik harian dengan sebuah pena unik yang diinstal di rumahnya.

Pena unik itu adalah alat gimnastik khusus bayi yang dikembangkan para ilmuwan dalam sebuah proyek riset Uni Eropa.

Tujuannya menolong bayi prematur untuk mencegah kemungkinan munculnya kerusakan syaraf.

Dokter ahli saraf anak Giuseppina Sgandorra mengungkap, pada umumnya bayi lahir prematur berisiko tinggi mengalami kerusakan psikomotorik.

Baca juga: Ilmuwan Ciptakan Rahim Plastik untuk Mengubah Nasib Bayi Prematur

"Ide kami, mengembangkan sistem pintar yang bisa membantu bayi dan orangtua agar mudah menangani situasinya di rumah. Pada dasarnya, kami ingin memberi orangtua sebuah alat yang dapat menstimulasi perkembangan bayinya lewat mainan," terangnya.

Liam rata-rata berlatih antara 20 hingga 30 menit setiap hari. Sejauh ini ia terus menunjukkan kemajuan, dan nampak bahagia dengan terapi itu.

"Kami beruntung karena Liam tidak menunjukan masalah perkembangan. Menurut saya prototipe ini membantu dia untuk tumbuh sehat lewat bermain", ujar ibu Liam, Monica Cortopassi.

Dikembangkan insinyur biomedis

Insinyur biomedis merancang dan menguji coba sejumlah sistem sensor yang dipasang di tempat bermain cerdas. Mereka punya banyak gagasan mengenai bagaimana cara melaksanakannya.

"Kami bisa mengukur tekanan dari bayi pada karpet sensor motorik. Ini membantu kami menggambar pola untuk memahami bagaimana bayi mendistribusikan berat badannya pada karpet saat mereka bergerak," papar insinyur biomedis Francesca Cecchi.

"Kami juga mendapat informasi bagaimana bayi menggerakkan tangan dan badannya, berkat sensor yang dipasang di sekelilingnya. Dan kami juga bisa menganalisa cara bayi memanipulasi, menyentuh obyek di sekelilingnya. Kami memasukkan berbagai sensor pada mainan itu," imbuh Cecchi.

Risetnya dilakukan dalam lingkungan klinis. Di sini bayi mendapat stimulasi visual, untuk memperoleh data mengenai perhatian dan apa fokus mereka pada saat itu.

Tujuan akhirnya adalah mengembangkan teknik latihan yang semakin efisien.

Baca juga: WHO Sarankan Tunggu Semenit untuk Potong Tali Pusar Bayi Prematur

Para peneliti yakin, suatu saat nanti, kerusakan saraf yang berkaitan dengan kelahiran prematur tidak akan memicu kelainan jika bayi mendapat stimulus yang tepat sejak dini.

Dokter ahli psikiatri anak Giovanni Cioni mengatakan lingkungan adalah obat terbaik bagi Otak.

"Terutama otak bayi di minggu atau bulan pertama, punya kapasitas luar biasa untuk menyembuhkan diri. Plastisitasnya mengagumkan. Jadi memberi bayi stimulus yang tepat, benar-benar krusial dan akan memberi dampak besar," kata Cioni.

Hal itu pun sudah terbukti pada Liam yang kondisinya maju pesat.


Komentar
Close Ads X