Badai Petir di Jupiter Sama dengan di Bumi, Menurut Temuan Baru

Kompas.com - 07/06/2018, 12:32 WIB
Badai Petir Jupiter Badai Petir Jupiter

Ketika pesawat antariksa Juno terbang mendekati Jupiter pada 2016, ia menyusun instrumen yang sangat sensitif untuk mencatat emisi dari gas raksasa planet tersebut.

Pada penerbangan pertama, pesawat ini mencatat 377 debit petir dengan pembacaan megahertz. Ini sebanding dengan petir yang ditemukan di Bumi.

Dalam makalah kedua, Dr Ivana Kolmasova menemukan bahwa tingkat sambaran petir di Jupiter juga sama dengan di Bumi.

Dr Kolmašová dan timnya menghasilkan database terbesar dari emisi radio frekuensi rendah yang dihasilkan oleh petir di sekitar Jupiter, yang dikenal sebagai "whistlers" karena kebisingan yang mereka buat.

Data tersebut memuat lebih dari 1.600 sinyal, yang juga dikumpulkan menggunakan instrumen dari Juno. Tak hanya itu, data ini menunjukkan tingkat sambaran petir enam kali lebih tinggi dari nilai puncak yang dideteksi oleh Voyager 1.

Pada saat yang sama, sementara dalam banyak hal para peneliti menegaskan bahwa petir Jovian sangat mirip dengan yang diamati di Bumi, mereka juga mencatat perbedaan dalam distribusinya.

"Distribusi petir Jupiter berada di luar relatif terhadap Bumi," kata Dr Brown.

"Ada banyak kegiatan di dekat kutub Jupiter tetapi tidak ada di dekat khatulistiwa (garis tengah planet tersebut). Anda bisa bertanya kepada siapa saja yang tinggal di daerah tropis - ini tidak berlaku untuk planet kita," sambungnya.

Baca juga: Apa Kehebatan Petir Sampai Bisa Membuat 6 Sapi Mati Berdiri?

Efek ini diduga hasil dari perbedaan distribusi panas dari kedua planet.

Udara yang hangat dan kelembapan tinggi di khatulistiwa Bumi memicu badai di sekitar bagian tengah planet. Sedangkan efek yang sama pada Jupiter diciptakan oleh gas hangat dari interior Jupiter yang naik di kutub karena kurangnya stabilitas atmosfer.

"Penemuan ini hanya bisa terjadi dengan Juno," kata Dr Scott Bolton, peneliti utama Juno dari Southwest Research Institute, San Antonio.

"Orbit unik kami memungkinkan pesawat luar angkasa kami terbang lebih dekat ke Jupiter daripada pesawat angkasa lain dalam sejarah, jadi kekuatan sinyal dari apa yang dipancarkan planet ini seribu kali lebih kuat," tutupnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X