Kompas.com - 14/03/2018, 19:07 WIB
Enam sapi yang mati berjajar di Queensland, Australia ABC BrisbaneEnam sapi yang mati berjajar di Queensland, Australia

KOMPAS.com – Putra pemilik peternakan di Queensland, Australia, Derek Shirley, terkejut ketika dia datang mensurvei dampak dari badai petir. Enam sapi miliknya, termasuk dua yang masih anak-anak, sudah menjadi bangkai di samping pagar kawat.

Dilihat dari kaki mereka yang kaku di udara, tampaknya keenam sapi sudah cukup lama mati berdiri dan menggembung, sebelum akhirnya terguling.

Shirley dan para pakar menduga kuat bahwa pembunuh keenam sapi adalah sambaran petir semalam sebelumnya. Pasalnya, kematian hewan secara massal akibat petir bukan hal baru, seperti pada Agustus 2016 ketika sambaran petir di Norwegia membunuh 323 rusa dalam sekejap.

“Tidak aneh untuk melihat hewan ternak atau hewan lain seperti rusa mati karena tersetrum,” ujar pakar keamanan petir dari National oceanic and Atmospheric Administration John Jensenius, seperti dilansir dari Verge, Jumat (9/3/2018).

Baca juga : Apa yang Terjadi pada Tubuh Kita Saat Tersambar Petir?

Keenam sapi diduga mati akibat aliran listrik yang melalui pagar kawat. Dalam situs National Weather Service AS, dijelaskan bahwa walaupun logam sendiri tidak menarik petir, tetapi logam cukup konduktif untuk menghantarkannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Baik di dalam atau di luar, semua orang yang menyentuh segala hal dengan kawat, pipa, atau permukaan berbahan logam yang terhubung keluar berisiko tersetrum,” tulis situs tersebut.

Namun, Jensesius juga menjelaskan bahwa dalam kebanyakan kasus, hewan tidak mati karena tersambar petir secara langsung, melainkan karena aliran petir di dalam tanah.

Bila menyambar pohon, misalnya, energi dari petir bisa beradiasi melalui tanah, melewati satu kaki rusa dan turun lewat kaki lainnya. Perjalanan melalui tubuh ini bisa menghentikan kerja jantung dan membuat hewan mati berdiri.

Baca juga : Sungguh Indonesia Negeri Petir, Ini Buktinya...

Kemungkinan ini semakin besar jika jarak yang harus dilalui energi dalam tubuh lebih jauh. Oleh karena itu, hewan besar seperti sapi dan rusa sangat berisiko mati karena tersetrum radiasi energi petir.

Selain hewan, manusia juga menjadi korban keganasan petir, walaupun jumlahnya terus menurun. Jenesius berkata bahwa pada 1930-1940-an, sekitar 300 hingga 400 orang di AS meninggal setiap tahunnya karena petir. Jumlah ini telah turun menjadi 35 orang per tahun.

Namun melihat kematian enam sapi di Australia, Jenesius berkata bahwa kita harus selalu mengingat keganasan petir dan menghindari segala hal yang konduktif ketika sedang badai petir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.