Kompas.com - 04/06/2018, 19:34 WIB

Kulit ikan tersebut kemudian bertindak seperti sel induk dan diserap ke dalam tubuhnya yang melapisi saluran vagina.

Baca juga: Benarkah Hubungan Intim Bikin Vagina Melar? Dokter Menjelaskan

Dirangkum dari Mirror, Kamis (31/05/2018), di bawah prosedur ini, Marinho mengabiskan waktu berminggu-minggu di tempat tidur tanpa bergerak. Ini membuatnya harus belajar berjalan kembali.

Marinho sempat mengalami pendarahan internal ringan. Tapi, setelah tiga minggu, dia dinyatakan pulih dan bisa keluar dari rumah sakit.

“Keluarga dan teman-teman saya, yang selalu ada untuk saya, membawa saya keluar untuk merayakan vagina baru saya,” kata Marinho.

"Dan rasanya sangat baik untuk memiliki sesuatu yang mayoritas wanita anggap biasa," tambahnya.

 

Kulit Ikan yang Digunakan

Tentu kulit ikan yang digunakan tak sembarangan.

Sebelum digunakan, kulit ikan tersebut dibersihkan dan disterilisasi dilaboratorium. Selanjutnya, para peneliti menggunakan penyinaran untuk membunuh virus di kulit ikan tersebut.

Proses itu juga termasuk menghilangkan semua sisik dan bau amis ikan.

Dr Bezerra, yang memimpin tim ahli bedah multidisiplin di Assis Chateaubriand Maternity School (MEAC), telah merawat empat penderita MRKH, juga dikenal sebagai agenesis vagina. Dia terkenal dengan pengobatan terobosannya dalam hal ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.