Kompas.com - 12/05/2017, 21:07 WIB
Hasil CT scan penis (merah) dalam vagina lumba-lumba yang berliku-liku. Dara OrbachHasil CT scan penis (merah) dalam vagina lumba-lumba yang berliku-liku.

KOMPAS.com - Duet pakar penis dan vagina berhasil mengungkap salah satu misteri seks satwa, reproduksi lumba-lumba.

Hasil riset mengungkap bahwa mamalia laut yang bersahabat dengan manusia itu ternyata punya seks yang cukup "kinky".

Dara Orbach yang 7 tahun mempelajari vagina lumba-lumba bersama Patricia Brennan dan Diane Kelly yang menghabiskan karirnya mempelajari penis satwa meneliti seks lumba-lumba dengan cara tak biasa.

Ketiganya mengumpulkan koleksi penis dan saluran reproduksi lumba-lumba betina. Koleksi diperoleh dari lumba-lumba yang mati secara alami.

Mereka lalu membuat bangkai penis itu ereksi dengan bantuan pompa bertekanan, sebuah alat seperti yang digunakan pria dengan disfungsi ereksi.

Mereka lalu menaruh penis pas dalam saluran vagina dan mengamati interaksi dua organ reproduksi itu dengan CT Scan.

Hasil scan yang ditunjukkan dalam pertemuan American Association of Anatomists pada April 2017 mengungkap, vagina lumba-lumba ternyata berliku-liku.

Sedemikian berlikunya sehingga peneliti menyimpulkan bahwa setiap sperma akan menempuh perjalanan yang panjang dan sangat menantang untuk bertemu sel telur.

Mengapa lumba-lumba betina harus memiliki saluran reproduksi yang berliku? Orbach mengatakan, itu adalah bentuk adaptasi dari reproduksi yang melelahkan.

Betina lumba-lumba harus menghadapi banyak pejantan. Seks sangat memakan waktu dan melelahkan. Pada puncak masa produktifnya, betina lumba-lumba bisa berhubungan seks 15 kali dalam 15 menit dengan 2-3 pejantan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.