Kompas.com - 04/06/2018, 19:34 WIB

KOMPAS.com - Apa jadinya jika seorang perempuan dilahirkan tanpa vagina? Inilah yang dialami oleh Jucilene Marinho, perempuan 23 tahun dari Brasil.

Marinho mendapat kabar bahwa dia tak memiliki vagina saat berusia 15 tahun. Padahal, dia mengalami masa pubertas secara normal.

Marinho juga mengalami nyeri haid seperti pada umumnya. Hanya saja, dia tak pernah mengalami menstruasi.

Ketika diperiksa, para petugas medis tidak menemukan apapun kecuali jaringan ikat di belakang kulit yang seharusnya menjadi vagina. Dokter mendiagnosisnya dengan kondisi bawaan langka yang disebut dengan Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH).

Kondisi tersebut membuatnya tidak punya leher rahim, rahim, atau indung telur. Artinya, Marinho tidak akan pernah memiliki anak.

Prosedur "Pembuatan" Vagina

8 tahun berselang dari diagnosis tersebut, Marinho mendapatkan kesempatan untuk "membuat vagina".

Namun, vagina buatan ini tak biasa karena terbuat dari kulit ikan tilapia.

Prosedur ini dipimpin oleh Dr Leonardo Bezerra dari Federal University of Ceara (UFC), Brasil pada April 2017 lalu. Selama operasi rintisan ini, para petugas medis membuka ruang antara vagina dan anusnya.

Selanjutnya, mereka memasukkan cetakan berbentuk genital yang dilapisi dengan kulit ikan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.