Kompas.com - 04/06/2018, 18:35 WIB
Members of the International Space Station (ISS) expedition 53/54, NASA astronaut Scott Tingle (top), Roscosmos cosmonaut Anton Shkaplerov (bottom) and Norishige Kanai of the Japan Aerospace Exploration Agency (C) (JAXA) wave as they climb a ladder to the rocket at the Russian-leased Baikonur Cosmodrome in Kazakhstan early on December 17, 2017.
NASA astronaut Scott Tingle and crewmates Anton Shkaplerov of the Russian space agency Roscosmos and Norishege Kanai of the Japan Aerospace Exploration Agency were expected to lift off in the Soyuz MS-07 spacecraft from the Baikonur Cosmodrome. / AFP PHOTO / Shamil ZHUMATOV SHAMIL ZHUMATOVMembers of the International Space Station (ISS) expedition 53/54, NASA astronaut Scott Tingle (top), Roscosmos cosmonaut Anton Shkaplerov (bottom) and Norishige Kanai of the Japan Aerospace Exploration Agency (C) (JAXA) wave as they climb a ladder to the rocket at the Russian-leased Baikonur Cosmodrome in Kazakhstan early on December 17, 2017. NASA astronaut Scott Tingle and crewmates Anton Shkaplerov of the Russian space agency Roscosmos and Norishege Kanai of the Japan Aerospace Exploration Agency were expected to lift off in the Soyuz MS-07 spacecraft from the Baikonur Cosmodrome. / AFP PHOTO / Shamil ZHUMATOV

KOMPAS.com - Tiga anggota kru Ekspedisi 55 Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali ke Bumi pada Minggu (03/06/2018). Mereka mendarat dengan selamat di padang rumput di Kazakhstan.

Ketiga astronot tersebut adalah Norishige Kanai dari Jepang, Anton Shkaplerove dari Rusia, dan Scott Tingle dari Amerika.

Ketiganya kembali ke Bumi setelah tinggal di ISS selama 168 hari atau sekitar 5 bulan. Mereka kembali menggunakan sebuah kapsul ruang angkasa Soyuz milik Rusia.

Mendarat dengan Selamat

Dilansir dari Time, Minggu (03/06/2018), kapsul tersebut mendarat di Bumi pada pukul 6.39 malam waktu setempat tanpa kendala yang berarti.

Mereka keluar dari kapsul tersebut dalam waktu 30 menit. Ketika keluar dari kapsul, ketiga terlihat dalam konsisi baik.

Meski begitu, ketiganya segera di bawa ke Karaganda, 400 kilometer dari tempat pendaratan, untuk menjalani pemeriksaan medis. Setelah dipastikan baik-baik saja, mereka akan diterbangkan ke Moskow atau Houston.

Melakukan Banyak Percobaan

Dikutip dari laman resmi NASA, Minggu (03/06/2018), ketiga astronot ini telah menyelesaikan banyak percobaan di luar angkasa. Termasuk pengujian bahan, studi tentang efek gravitasi pada tulang belakang, dan penelitian pertumbuhan tanaman di ruang angkasa.

Baca juga: Demi Urusan Perut Astronot, Thailand Akan Kirim Durian ke Antariksa

Selain itu, Tingle dan Kanai juga sempat melakukan spacewalk atau berjalan di luar angkasa. Hal ini mereka lakukan ketika memperbaiki lengan robot Canadarm2.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber NASA,Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Oh Begitu
Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Oh Begitu
Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Oh Begitu
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Fenomena
Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Fenomena
Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Fenomena
Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Oh Begitu
Studi CDC Ungkap Vaksin Booster Dibutuhkan untuk Melawan Omicron

Studi CDC Ungkap Vaksin Booster Dibutuhkan untuk Melawan Omicron

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.