Lindungi Laut, Uni Eropa Akan Larang Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Kompas.com - 29/05/2018, 05:06 WIB

Negara-negara anggota Uni Eropa diminta menggunakan plastik daur ulang.

Baca juga: Ribuan Sampah plastik Ada di Titik Terdalam Lautan, Ini Artinya

Untuk setiap kilogram sampah plastik yang tidak didaur ulang, negara anggota akan dituntut untuk membayar sejumlah dana tertentu ke kas Uni Eropa.

Setiap negara anggota juga akan diwajibkan menerapkan sistem daur ulang untuk mengumpulkan sedikitnya 90 persen botol plastik yang digunakan di negaranya.

Untuk meningkatkan kesadaran konsumen, Uni Eropa akan menggencarkan informasi tentang bahaya kemasan plastik.

Secara Bertahap

Pemerintah Jerman mengisyaratkan persetujuannya atas rencana Komisi Eropa.

Menteri Lingkungan Hidup Svenja Schulze mengatakan kepada stasiun TV ARD, kemasan plastik sekali pakai "secara bertahap harus ditarik dari peredaran."

Komisaris Anggaran Uni Eropa mendukung sanksi denda yang diusulkan pada negara-negara anggota yang gagal mendaur ulang lebih banyak plastik.

"(Denda) Ini menciptakan insentif bagi politisi nasional untuk memikirkan, bagaimana sampah plastik dapat dikurangi - melalui pelarangan, pendidikan, pajak nasional atau pembayaran tambahan untuk tas belanja plastik," katanya.

Sayangnya, hal ini bisa menjadi sesuatu yang tak mudah dilakukan. Salah satunya dari kemarahan konsumen yang mau tidak mau harus "diet" plastik.

Meski begitu, pihak Uni Eropa berharap untuk menangkis kemarahan konsumen atas kemungkinan perubahan dengan mendidik masyarakat tentang alternatif yang ramah lingkungan terhadap produk plastik yang mungkin akhirnya dilarang.

Ancaman denda tidak mungkin berjalan dengan baik dengan pemerintah nasional euroseptic dari beberapa negara anggota Uni Eropa.

Aturan yang diusulkan masih harus dirundingkan dengan parlemen Eropa dan perlu persetujuan pemerintahan negara-negara anggota, sebelum diberlakukan. Hal ini bisa berlangsung sampai bertahun-tahun.

Baca juga: Alasan Inggris Raya Akan Larang Sedotan Plastik dan Korek Kuping

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Ini Sejarahnya

Cerita di Balik Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Ini Sejarahnya

Oh Begitu
Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Oh Begitu
Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Oh Begitu
Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Oh Begitu
Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Fenomena
Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Fenomena
Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Kita
Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Oh Begitu
Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

Oh Begitu
Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Fenomena
Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Oh Begitu
Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Oh Begitu
Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Fenomena
Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.