Kepunahan Dinosaurus, Cara untuk Memahami Dampak Pemanasan Global

Kompas.com - 25/05/2018, 19:02 WIB
Ilustrasi pemanasan global rottadanaIlustrasi pemanasan global

"Bahkan jika kita memutar waktu ke tahun 1850, kita terkurung dalam 100.000 tahun Bumi merespons kadar CO2 tersebut," imbuhnya.

Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti mengamati sisa ikan, baik tulang, gigi, maupun sisik, yang didapat dari El Kef, di Tunisia.

El Kef adalah situs terkenal yang menampilkan formasi geologi dengan lapisan sedimen dari akhir periode Cretaceour (saat banyak dinosaurus berkeliaran di Bumi) hingga dimulainya era Paleogen, atau dikenal dengan K/Pg.

Penelitian

Menurut Page Quinton, profesor di Universitas New York, Potsdam, sisa ikan berfungsi sebagai semacam termometer.

Serpihan ikan yang seukuran pasir disebut mengandung isotop oksigen, atom yang memiliki jumlah neutron berbeda dan bobot atom yang berbeda.

Salah satu hal yang dapat memengaruhi berapa banyak isotop adalah suhu air.

Quinton menjelaskan, saat ada pergeseran rasio isotop dalam fragmen ikan, itu berarti terjadi perubahan suhu.

Investigasi awal terhadap beberapa sampel El Kef yang dilakukan empat tahun lalu, menunjukkan telah terjadi pemanasan global dalam waktu yang lama.

Para ahli kemudian mendapat lebih banyak sampel fragmen dan mengamati pola yang ada di sana bertahun-tahun.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X