Kepunahan Dinosaurus, Cara untuk Memahami Dampak Pemanasan Global

Kompas.com - 25/05/2018, 19:02 WIB
Ilustrasi pemanasan globalrottadana Ilustrasi pemanasan global

Penelitian

Menurut Page Quinton, profesor di Universitas New York, Potsdam, sisa ikan berfungsi sebagai semacam termometer.

Serpihan ikan yang seukuran pasir disebut mengandung isotop oksigen, atom yang memiliki jumlah neutron berbeda dan bobot atom yang berbeda.

Salah satu hal yang dapat memengaruhi berapa banyak isotop adalah suhu air.

Quinton menjelaskan, saat ada pergeseran rasio isotop dalam fragmen ikan, itu berarti terjadi perubahan suhu.

Investigasi awal terhadap beberapa sampel El Kef yang dilakukan empat tahun lalu, menunjukkan telah terjadi pemanasan global dalam waktu yang lama.

Para ahli kemudian mendapat lebih banyak sampel fragmen dan mengamati pola yang ada di sana bertahun-tahun.

"Kami adalah yang pertama membuktikan bahwa terjadi pemanasan setelah kejadian itu," kata Quinton.

MacLeod menjelaskan, salah satuj dampak yang pertama muncul adalah ombak besar dan tsunami. Beberapa menit atau beberapa jam kemudian, atmosfer langit memanas.

Baca juga: Berkat Pemanasan Global, Kehidupan Bermunculan di Bumi

Kebakaran hutan terjadi secara global

Berkat penelitian ini, setidaknya kita dapat memahami seberapa parah dampak dari konsentrasi CO2 di atmosfer.

Hal ini juga disampaikan oleh ahli geologi dari Museum Sejarah Alam Nasional Smithsonian, Brian Huber.

"Kita dapat mengambil pelajaran untuk pemanasan global di masa depan. Saat kita membakar bahan bakar fosil, kita berarti menyumbang CO2 ke atmosfer," kata Huber.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X